Mengenai angka 8, 14 dan 15.

Selamat malam.
Ehm.. Tidak mudah menuliskan ini. Tapi, saya harus menuliskannya. Sejelek apapun nanti hasilnya.
Kita mulai dari awal.
Pertama, tahun lalu adalah tahun dimana saya menjalani posisi buruh di sebuah media massa cetak, bukan jurnalis musik seperti cita cita dulu, tapi menjadi penanggung beban brand produk. Sebulan lagi akan genap menjadi satu tahun. Sehari sebelum saya menginjak angka dua puluh tujuh saya lahir dan sibuk membangun brand image sendiri.
Tahun lalu adalah tahun dimana saya mau menjadi sedikit waras untuk melupakan, meninggalkan dan meludahi jauh jauh hal ataupun orang orang yang membuat saya jatuh berdarah darah menahun. Tahun dimana saya siap dan yakin untuk tidak peduli.
Tahun lalu adalah tahun dimana saya mulai percaya, bahwa kpop, bukan lagi buat saya. Hahahahaha.
Tahun lalu adalah tahun dimana saya mulai siap menerima saya, yang berantakan, dan apa adanya.
Dan akhir tahun lalu adalah tahun dimana saya, menemukannya, duduk di ruang tamu, kepanasan, bawel, menyenangkan, membuat tidak keren marah marah saya, membuat saya tak membutuhkan teriak teriak untuk menghandle satu stage dan dua rundown dalam waktu yang sama, membuat saya sarapan tiap pagi, membuat saya minum susu tiap hari, dan membuat saya yakin, bahwa tahun ini, saya tidak boleh berantakan lagi, karena tidak ada yang lebih luar biasa ajaibnya selain menemukanmu di akhir tahun lalu.
image

Advertisements