Kesatria, Putri, Dan Bintang Jatuh – hal: 145.

“Putri, aku ingin sekali tuli. Sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang. Mencacah harga diriku seperti daging cincang. Mereka menghinaku karena aku cuma bisa diam. Mereka menyumpahiku karena aku rela diabaikan”
(2012, ‘Kesatria, Putri, Dan Bintang Jatuh’, hal: 145, Dewi Lestari)

Membaca novel ini untuk kedua kalinya sejak punya di jaman SMA. Beli di Magelang, dipinjem, gak dikembalikan. Binatang. -_- sampai kemarin tiba tiba merasa harus beli waktu di pameran buku. Dan terbaca lagi di sela sela tekanan kantor.
Masih merasa kalau Supernova eps pertama ini adalah yang paling drama. Paling duh dek ayok ah. Paling harus diresapi karena paling sains dibanding Partikel. Sekaligus paling yakin kalau yang membuat saya ingin jadi penulis itu, Dewi Lestari. Udah gitu aja.
P.S: Lumba lumba nya udah dikasih makan? Aku gak akan beli akuarium. Itu membatasi. Nanti aku beliin laut Cina Selatan. : ))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s