jeal·ous

Selamat dini hari.
Saya sudah dalam posisi sangat sangek untuk tidak menggauli blog hina ini. Saya ada banyak pilihan kegiatan sebelum menghadap hari biasa lainnya, antara nonton Skyfall (iya, saya kampungan, ini film tahun lalu), menanti pertandingan bola, menontoninya hingga ketiduran, menyelesaikan 3 buku, menyelesaikan 20 seri Kungfu Boy, ngefavorit twit lowongan kerja, mencari tahu harga per artikel menjadi seorang freelance content writer, mengedit CV, atau sekedar menikmati satu album penuh Captain We’re Sinking sambil melamun, yang mana, semua kegiatan tersebut tidak menghasilkan sesuatu berarti untuk menyambut pergantian tahun dan tuntutannya soal target hidup. Ya.. Gitulah. Sampai akhirnya, saya lebih memilih untuk menuliskannya saja di blog hina ini. Menulis itu terapi katanya, dan saya butuh terapi panjang, mahal serta menggemukkan.
Jadi.. Dimulai saja.

jeal·ous  (jls)

adj.

1. Fearful or wary of being supplanted; apprehensive of losing affection or position.

Itu adalah arti kata yang saya ambil dari dictionary di page pertama google setelah mengetik keyword ‘Jealous’. Seiring ‘More Tequillla, Less Joe nya Captain We’re Sinking’ maka saya memlih itu menjadi pondasi awal kenapa hal ini perlu ditulis.
Beberapa orang dilahirkan dengan ‘kelainan’ atau lebih tepatnya ‘kutukan lahir’ bernama sifat pencemburu. Silahkan jatuhkan ke istilah lebih kompleks semacam ‘kecemburuan sosial’ atau lebih sinetron ke istilah ‘iri yang tidak terkoordinasi’. Ribet ye.. -_- yang jelas, itu mengarah pada satu garis besar panjang, tebal, berupa istilah sinetron lain yaitu, ‘ketidakberdayaan berkelanjutan’ atau kalau versi kartu remi jam 3 pagi di poskamling, memakai istilah besarnya adalah, ‘apa daya’. Makin mengerti apa malah tambah bingung? Kredibillitas saya dipertaruhkan lho ini. *dipancal*
Ada dua hal yg bisa disyukuri karena mempunyai sifat ini (sengaja dua, biar imbang, biar gak dikatain skeptisss, biar gak dikatain sambat, biar seluruh dunia tahu, kalau saya capek dikatain skeptis, saya cuma sedang jatuh cinta, dalam kurun waktu yang sangat lama dan belum nemu ujungnya, walaupun itu menjurus ke arah gila. *halah*)
Pertama, mempunyai sifat ini berujung pada kemampuan melihat situasi dengan sangat peka, jelas, sistematik, terukur, kredibel, tuntas, dan walaupun kadang sedikit berlebihan, tapi tidak apa apa, ini bagus. Karena orang dengan sifat ini mempunyai bakat luar biasa untuk menjadi praktisi riset, melihat pasar, menentukan target, melihat dari 3 sudut pandang (produsen, konsumen, dan teman temannya konsumen) orang dengan sifat ini bisa mengincar pekerjaan berposisi di NGO, StratPlan, MarComm, Business Research, Konsultan PR, tim sukses parpol, MLM, apapun yang melibatkan sales, dan interpol. Ini saya serius lho. Jangan ketawa lho. Serius!! Karena biasanya orang dengan sifat seperti ini adalah Professional Stalker alami. Hebat kan ya harusnya.. Hebat lah. Orang dengan sifat ini seperti dikutuk untuk tahu hal yang seharusnya tidak perlu diketahui dan perlu menjadi bahan pikiran. Lagu yang diputar sekarang adalah Insecure nya Leonardo Ringo. Kurang pas apa coba drama nya?
Kedua, orang dengan sifat ini mempunyai tingkat kecemasan diatas rata rata (malah bangga). Bukan rata rata lagi sih, tapi mentok nangkring paling atas. -_-. Mereka dengan sifat ini akan sangat ribet soal ‘posisi’ dimata seseorang. Udah ada gambaran? Ini kredibilitas saya bener bener dipertaruhkan lho ini. Harus ngerti lho kalian kalian yang baca tulisan ini. Serius lho ini. Ojo ngekek. Tenanan iki.
Gini aja, dengan skala yang lebih ekstrim, orang dengan sifat ini mempunyai sifat turunan lain berupa sifat tidak terlalu kompetitif (tambah rumit ya -_-) Disitu masalah selanjutnya muncul. Dengan contoh yang lebih FTV, ketika orang dengan sifat ini melihat orang tercintanyahh (ciee) terlihat terhibur dengan kehadiran orang lain yang secara fisik, materi, dan kekuatan pikiran jauh (terasa) lebih daripada dirinya, maka orang besifat ini akan mundur perlahan dan membiarkan si orang lain tersebut menghibur si tercintahh. Bukan menyerah, hanya mengasumsikan bahwa si tercintahh memang lebih terhibur dengan orang lain. Mudeng gak? Semacam degradasi kepercayaan diri secara drastis. Sayangnya, penyerahan tugas tersebut, terasa sakit banget lho dek.. Sumpah. Sekali lagi, bukan menyerah lho ya. Cuma mulai mempertanyakan kemampuan dirinya sendiri. Mulai terbuka gak pintu otaknya? Maksud kan? Perlu istilah yang lebih ayat ayat cinta gak? Gini.. Dengan satu kalimat saja: “silahkan kalau kamu mau pergi, akan ada yang jauh lebih menggilaimu, yang mampu membuatmu tergila gila, membuatmu menyerah, yang jauh sangat lebih segala galanya dari aku, dan itu pilihanmu untuk menerimanya, tapi jangan pernah suruh aku pergi, bukan karena aku tidak mau, tapi karena aku tidak bisa” gimana? Itu satu kalimat lho. Mulai mengerti? Harus ngerti ah! Udah ayat ayat cinta gitu.
Yang perlu ditambahi disini adalah kenyataan bahwa selalu ada sisi positifnya. Bahwa orang orang dengan sifat pencemburu tersebut, mempunyai etos kerja yang besar, berusaha 3 kali lebih giat, perfeksionis, bercinta sangat besar, mau mengerti, dan sangat tulus. Sumpah deh.

Lalu saya coba ngepas ngepassin dengan dialog antara si Summer dan Tom ketika bertemu lagi di taman setelah si Summer menikah, kalimat yang terlontar adalah “i never sure when I’m with you”.
Dimana pesan moralnya adalah tentang menjadi yakin terhadap seseorang yang sedang berusaha, ternyata itu adalah hal yang besar. Jauh lebih besar dari sekedar kecemasan terhadap posisi diri dan kecemburuan itu sendiri.

Selamat pagi.. 😀
#AkuRaPopo

Advertisements

2 comments

  1. annskaa · December 22, 2013

    Dengan segala deskripsi yg Mas Ivan jabarkan, semoga nanti saya kesampean jadi MarComm :”D #okeikirakpenting

    • IvanRuly · December 23, 2013

      Hahahaha… Aminnn Tik.. aminn.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s