Demi Cupcake dan Cilok Sastra

Dihari pertama dimana saya tidak melakukan apa apa lagi untuk kedua kalinya.
Saya terbaring di kasur aneh dan besar saya, melihat lampu, langit langit kusam, memeluk buku catatan saya yang baru, yang dibeli sambil senyum senyum sendiri (karena ada dia yang menemani, dia yang yakin bahwa fashion note itu sama dengan sketch note : ))) ) di kamar ketiga Cinde Barat 1 no 31 yang secara pelan pelan diusahakan menjadi merk bernama CB31, dengan gagah menanyakan, “mau dibawa kemana semua ide itu Van?”

Yang kemudian berlaku lanjut seperti kewajiban menyenangkan akan bayangan mereka yang sebut sebagai masa.. depan, “cukup gak buat biaya KPR?” : )))

Kemudian semua lamunan pikiran itu menemukan jembatan lagi, panjang, ujungnya kelihatan cerah. Tiba tiba ada tamparan, jembatan sekokoh apapun, selalu diciptakan pegangan di kanan kirinya. Seperti digandeng kanan kiri. Diapit dengan bangga. Stabil. Sokongan itu perlu ada, “aku yang jadi kiri nya, kamu kanan nya. Bersedia?”

Lalu tepat ketika playlist pagi ini memilihkan Bike Scene nya Taking Back Sunday, posisi saya diatas kasur aneh dan besar itu sudah berubah, menatap tembok sebelah kiri, dibawah jendela yang tidak bisa dibuka, disamping 3 buku yang tidak selesai selesai dibaca, sebuah totebag, majalah, dan pertanyaan, “nantinya, cukup gak ya buat biaya bulan madu ke Kepulauan Togean?”

HAHAHA!! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s