Demi Polem dan Ketukan Hit-Hat Emo (///_-)/| |

Selamat siang.

Ada saat dimana saya memang harus menuliskan hal seperti ini. Karena pertama, gak ada kerjaan. Kedua, ini akan membuka telinga kalian dengan asupan gizi bebunyian baru. (aseekkk dah ah)

Baik, saya sudah cukup lama sekali tidak mencari musik baru sejak kehilangan seluruh playlist dan data berharga berupa mixtape di laptop saya yang hilang itu. Ditambah lagi, terlalu banyak Kpop yg mengalihkan telinga dan mata saya, hingga pada suatu hari.. (halah) karena kisah cinta (again? pfft) yang makin gak jelas, membuat saya menyimak Taking back Sunday lagi dengan keimanan yang tidak biasa. Tidak ada yng boleh menyepelekan lirik buatan Adam Lazarra, bagi saya dia adalah Morrisey versi emo. Lyricist dengan dasar ‘cheesy tapi membunuh’, sebuah pattern untuk industri sekali. dan memang terbukti. Jangan bilang kalian tidak tau Taking Back Sunday? pengen keliatan geek ya? cieee.. terus bahagia gitu jadi geek? cieeeee.. (halah, sorry)

Band pertama.

Last Fm pun menyala lagi. Maka terbukalah… terbukalah.. terbuka semuanya.. similar artis ke similar lainnya.. menuntun saya ke satu band bernama The World is a Beautiful Place & I am no Longer Afraid to Die dengan album berjudul Whenever, If Ever. dan hanya butuh 3 track awal untuk membuktikan diri mereka kepada saya (siapa ente dah Van?!!) bahwa gelombang emo ke dua akan segera meluncur deras ke darah setiap manusia manusia drama di seluruh dunia, termasuk saya. ahahahahahaha.. :p

Menyebut mereka Emo sebenarnya tidak salah, hanya saja perbedaan dari revival pertama jaman The Used dan kawan kawan itu jelas sekali bedanya. Ini ngomongin musiknya ya.. toh bagi saya, Emo tidaknya band dinilai dari bagaimana lirik itu dituliskan (Ungu di Malaysia dianggap band Emo terbaik di Indonesia lho guys)  dan dari bagaimana lirik tersebut dinyanyikan. Layer vocal, disitu kuncinya (ini menurut saya lho ya) yang membuat saya bener bener jatuh cinta ke band ini adalah bagaimana mereka memasukkan ketukan math rock. memainkan hit-hat, sedikit pattern post rock yang mana menggerus punk nya pelan pelan. Siapa sangka emo bisa disisipi math rock kan?

pencarian saya berlanjut sampai menemukan sebuah forum kecil penikmat emo. Disitu mereka dianggap sebagai hasil cuci gudang hipster (opo nehhhh ikiii.. -___-) saya juga baru tau kalau emo itu ada purist nya. seperti black metal yang marah marah ketika naik turun shoegaze memperkosa nilai satanic black metal (ribet ye idup luh) imagine that.. Emo Hipster.. -_______- kenapa semua orang tidak sepakat untuk menyebutnya ‘musik bagus’ saja ya? sederhana kan ya.. (///_-). Satu lagi, konon, ketika band ini di review media obscure semacam pitchfork, maka mereka memang tidak layak main di Warped Tour. Harusnya saya flamming sih itu, kayak kenapa SNSD tidak boleh manggung di Coachella? rasis ya.. takut banget jatahnya keambil.. -___-

Giimana sih, kayak kalian menemukan sesuatu yang lebih marah dibandingkan icelandic scene, namun jauh lebih enak. kurang sempurna apa coba? ahahaha..

The World is a Beautiful Place & I am no Longer Afraid to Die 

a4193595576_10

Bandcamp

Band kedua.

Modern Baseball. ehm.. saya tidak mau menyebutnya emo sih. liriknya college punk sekali. dan kalau memang college punk diwakili oleh band ini, berarti dunia kuliah emang bener bener sudah sangat susah. ahahahaha.. yang jelas, mereka adalah band hebat!! tidak ada yang jelek di album Sports mereka. less technical but simplicity always kill right? sebentar, maksudnya simple math rock lho ini yang saya maksud, bukan seperti The World Is Beautiful Place. Makin saya dengarkan, band ini mulai sangat absurd, kdang bisa sangat post punk, kadang emo,kadang math, kadang malah menjadi indie rock. Mereka juga tidak bisa disebut sub genre baru seperti Twinkle (TWIBP itu twinkle, when emo kid in love with math rock) hingga pada akhirnya saya berkesimpulan, saya menyebut mereka ‘good music; saja. gampang. ahahahaha… bagi saya, Vampire Weekend jadi biasa saja dan memang terlalu menye (ngover lagunya Rancid bukan berarti jadi keliatan tough lho ya) kembali ke liriknya.. saya tipikal penikmat story telling kalau urusan lirik, dan band ini mampu membuat hal yang sebenarnya biasa saja diceritakan dengan dramatisasi ftv. lebih dari cukup untuk membuat band ini masuk sejarah playlist saya.

Modern Baseball

Modern Baseball - Sports Albu

Bandcamp

Dan dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap darah yang tumpah saat semua lagu lagu itu dibuat, maka biarkan saya sedikit memberikan rekomendasi apa yang disebut Twinkle tersebut. bagaiamana screamo bisa jatuh cinta dengan math rock.

berikut beberapa band yang harusnya mulai kalian berikan space di hardisk

 

Tiny Moving Part

Free Throw

Dads

Salam (///_-)/ \(-_\\\)

mleikum!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s