Cerita Dari Agni – Bagian 2

Bagian 2

Sepanjang jumlah hari setelah negara ini dianggap merdeka, hanya ada dua hal yang mampu membuat seorang Natura Agni Meutia merasa layak diberi kesempatan hidup oleh Tuhan-nya. Pertama, makanan. Silahkan katakan penemuan terbaik dari umat manusia adalah listrik dan internet, bagi seorang Agni, tidak ada yang lebih kudus dan mulia selain kecanggihan otak manusia dalam mengolah buah hati alam menjadi sebuah makanan. Harusnya Enstein malu, bom atom tidak bisa disajikan dengan topping keju parut dan irisan strawberry. Dibelahan dunia mana pula akan ada special menu bertuliskan ‘Today’s special: Atomic Bomb with Orange Sausage and Ribs Soup’ ? Dia percaya, mood terbaik diciptakan oleh makanan terbaik. Kuliner adalah saksi hidup sejarah tiap manusia, menemani, mendengarkan, tanpa protes. Memberikan apa yang tidak bisa diberikan manusia lingkarannya, memberi ijin untuk dinikmati, dicintai tanpa perlu mengisi banyak basa basi, sekaligus candu paling aman di muka bumi. Jangan mengatakan sudah menikmati hidup bila kalian belum bisa menikmati sebuah makanan. Apapun.

Kedua, pekerjaannya. Disaat orang lain sibuk berada di pendakian jabatan dan dipaksa menyerah oleh sistem harus bekerja, dimanapun. Agni memilih mencintai apa yang menjadi pemandangan pertamanya saat bangun tidur. Kamar tidur nya. Membuat apapun aksesoris kamar. Secara profesional Agni adalah lulusan Hukum dengan bakat jualan paling menjanjikan di keluarganya. Dia paham benar bagaimana sifat alami konsumtif timbul ketika sebuah momen ikatan sosial atau katakanlah jubah sosial menjadi hal yang paling dikhawatirkan oleh tiap manusia di muka bumi. Dan untuk hal konsumtif, lupakan gender, kesetaraan benar benar ada, dan berjalan tanpa diusahakan. Momen momen seperti pernikahan, anak pertama, bukti nyata terlihat wah didepan perempuan yang akan ditiduri, atau sekedar kepuasan personal menikmati suasana kamar tidur setelah dihajar jam kerja. Bed cover, sarung bantal, penutup mata, lampu tidur, karpet, sarung lampu, atau sekedar poster bertuliskan kutipan penyemangat dan basa basi motivator. Semua dibuat dengan sentuhan muda. Baru. Satu satunya di dunia. Pattern tidak biasa. Cenderung gila. Tapi Agni bahagia membohongi pembeli produknya, karena mereka juga bahagia melihat produk buatan Agni menjadi simbol diri mereka. Bed cover berhias sebuah lirik semacam “If i lay here, would you lay here with me and forget the world?” Mampu menjadi satu dari sekian produk yang diburu. Seharusnya uang tidak boleh dicetak semudah itu.
Pagi itu, Agni terduduk di dalam kamarnya, membaca sekaligus menyambut puluhan pesanan bed cover dan hiasan dinding berupa tumpukan foto. Menyortir satu persatu siapa yang pertama kali akan dihubungi. Menjadikan pembeli nya raja pertama hari itu. Pilihan jatuh kepada seorang perempuan, dia meminta custom typography untuk bed covernya. Detail. Helvetica neue. Bertuliskan: “Your bed never fail you, but your love life does” Agni tersenyum membaca pesanan itu. Email itu dibalas cepat, “Mbak, saya sudah terima orderan-nya. Saya bisa membuatkan dengan satu syarat, saya juga akan memakai desain itu untuk kasur saya juga. Jadi bed cover itu akan ada dua didunia. Satu punya mbak, satu punya saya. Bagaimana?”
Senyum puas pertama Agni pagi ini dipersembahkan orang asing yang kebetulan mempunyai nasib buruk yang sama dengannya soall urusan cinta, dan kebetulan punya selera humor yang sama untuk menertawainya. Jodoh bisa berbentuk apa saja bukan?
Komputer itu kembali diimani, desain itu mulai dibuat. Posisi tulisan itu harus presisi. Ukuran apalagi. Dengan kalimat sebagus itu, diri sendiri dan siapapun harus bisa melihat dari setiap sudut kamar. Momen pembuatan design itu adalah saat yang paling disukai Agni. Dia punya alasan untuk menjadi anti sosial. Mewajarkannya. Namun pagi itu, hanya satu orang yang bisa mengubah satu hari bahagia Agni. Telepon genggamnya sudah hampir berdering 8 kali. Oleh nama yang sama. Sebuah nama yang membuat Agni merasa punya masalah yang sama dengan si pemesan bed cover. Di dering ke 8, Agni menyerah. Seperti 3 tahun belakangan ini. Tombol hijau bergambar telepon itu ditekan. “Iya Ngit, ada apa?” Nada suaranya di buat semanis, sesenyum dan sekuat apapun untuk sang penelpon. Langit.
Β 

Advertisements

2 comments

  1. shameless · September 6, 2013

    asem apik ik iki! ndi lanjutane???

    • IvanRuly · September 7, 2013

      Lanjutannya bentar lagi deh.. Lagi sibuk pacaran.., sama harapan.. HUAHAHAHA!! :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s