Waisak diantara “sesak” dan “teriak”

Saksi Mata Turis Waisak. Skinhead gitu doi.

Part Of My Mind

Wow. Itulah kata yang pertama kali yang terlintas di pikiran saya untuk menggambarkan hari raya Waisak tahun ini di candi Borobudur. Apa yang terjadi pada malam acara disana dan apa yang terjadi setelah itu di berita maupun di sosial media.

Ini adalah tahun ketiga saya menghadiri acara hari raya waisak di Candi borobudur. Apakah saya turis ? ya. Apakah pelepasan lampion adalah salah satu alasan untuk menghadiri acara Waisak di Borobudur ? jujur, iya. Apakah saya termasuk pengunjung “gratisan” ? iya. Dan untuk pertama kalinya di tahun ini saya baru tahu dan membaca artikel bahwa ada yang menawarkan paket turis 70 dollar atau ratusan ribu rupiah untuk mengikuti acara Waisak di candi Borobudur.  Tapi apakah saya turis menganggu prosesi ibadah ? saya akan menjawab tidak.

saya akan memulai dengan flashback acara waisak pada 2 tahun lalu,  acara waisak pertama kali ( tahun 2011 ) yang saya hadiri maupun yang kedua…

View original post 1,988 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s