M E N G E N A I C I T A C I T A

Selamat pagi.

Tiba tiba saya harus menuliskan ini, Karena ide dan pertanyaan datang disaat tidak diharapkan, ya seperti saat menyeduh kopimiks menjelang berangkat kerja atau disaat bangun tidur namun enggan bergerak. Pelukan dari kasur itu kadang biadab bukan?

Baiklah, saya akan membicarakan sesuatu yang indah dan sangat cerah pada saat jaman dimana manusia merasa menjadi dewasa itu jauh lebih baik, jaman sekolah dasar dan menengah pertama. Sesuatu bernama cita cita. iya, cita cita.. sekali lagi.. cita cita.. 😀

Berangkat dari pertanyaan dasar saja, cita cita mu apa? Beberapa orang, saya yakin bisa menjawab ini semudah seperti menjawab “ukuran sepatumu berapa? sini aku beliin..” Namun beberapa orang lainnya mempunyai kesulitan maksimum (entah dengan jenjang umur berapapun) dalam menjawabnya. Hampir sama seperti ketika mendapat pertanyaan seperti “ada berapa helai rambut mario teguh yang rontok tiap harinya? yang bisa menjawab, akan mendapat satu buah Mustang dan satu buah hunian tepat di samping tempat tinggal Nadya Hutagalung” Ya, atau mungkin justru sangat mudah sekali dijawab, namun saya saja yang terlalu berlebihan menganggap ini hal yang layak dipertanyakan. ya orang kan beda beda, saya emang gak gagah, apalagi keker, tapi kan saya lucu. (///,-)

Setelah pergolakan (busyet) pikiran, waktu dan tuntunan sosial, maka terbesit pikiran.. kayaknya memang cita cita itu harus di sempitkan. Saya tahu, ber cita cita itu gratis dan harus digantung setinggi langit. masalahnya, yang nyiptain kalimat itu, gak mikirin, gimana kelangitnya, naik apa, gantungin pakai apa, terus turunnya gimana. iya kalau bisa turun, kalau jatuh? iya kalau ada yang nangkep, kalau cuma diliatin, dikeplokin doang? terus, iya gitu langit bisa digantungin? detil dong.. (///,-) hahahaha.. yunowataimin lah..

cita cita yang disempitkan.. eh bukan sih, lebih ke.. ehm.. short logic target (masih ada yang bilang saya idealis? mau dikencingin?) Kenapa “short”? karena yang pasti pasti aja deh, bisa slow, dan enak jalaninnya. setiap ‘short’ ‘short’ target yang dikumpulin, saya yakin bisa jadi long long long target yang terpenuhi. masuk akal kan ya? contohnya gini, saat kuliah, cita cita nya dkecilin, menjadi Lulus Kuliah. setelah lulus, cita cita nya ganti, ‘Gak minta duit orang tua’, itu akan mengarah ke: “nyari kerja’ ‘kerja’. maksud gak? setelah itu baru deh ente pikirin next step. jangan langsung cita cita jadi Manager Personalia… kalem..  yang ngincar posisi itu banyak. pendekin deh, jadi, “betah, dan tetep senyum saat di kantor” make sense kan?

entah kenapa, saya merasa ini kesalahan tahunan og. Pertanyanaan seperti “kamu ingin jadi apa kalau gede nanti?” adalah pertanyaaan yang kurang tepat. Seperti harapan hampa gitu. sejak awal selalu dihadapkan atau lebih tepat dipaksa menghadapi tujuan akhir. Sedari kecil, harusnya memang diajarkan bahwa dunia ini tidak hanya mengenai dirinya sendiri dan keluarganya. masih ada alam, lingkaran sosial, dan perjalanan masih panjang nya. itu akan membuat mereka berpikir lebih realistis, peka dan menjadi individu yang lebih menghargai alamnya. Toh masalah minat, hanya tinggal peka pekanya keluarganya untuk melihatnya, memberikan pendapat, dan mendukung petualangannya. iya kan ya?

Pada akhirnya, yang ingin saya sampaikan (setttd dahhh.. :p ) adalah bagaimana menghargai proses. di Plant vs Zombie pun, dua baris pertama paling susah, gimana nanem bunga matahari nya, nabung buat beli tanaman tembakannya, sampai “waduh piye ki” momen saat zombie dateng sementara belum beli tanaman tembakan. tapi bukankah game itu disitu serunya? yunowataiminlah.. :)) Lagian ngomongini: “Nih orang sebelah warisannya segede Voltus deh, mau ngapain aja bisa” Atau ngomongin: “Nih orang dibantu masuk perusahaan itu karena ini ini ini nini iniminimimim..” gak akan ada habisnya..

bukan berarti saya gak percaya mimpi ya atau menjadi negatif tentang ini (kalian gitu og kalau sama saya, negatif mulu) maksudnya adalah, bila satu long target udah menurut kalian fix, silahkan dipecah menjadi short short itu. kan pada akhirnya nemu hasil sama kan.  siap gak deal deal an sama waktu? itu aja sih..

Kalu saya sih, pendek dulu, tahun ini bisa berstatus Kaskuser dan nonton Girls Generation Tour di Jakarta. garis depan. sambil nangis. AMMMIINNNN!!! udah. setelah itu? siapa yang tahu kan ya… :))

set short targetnya and eat well aja lah, Tuhan lebih pinter matematika duit kok.

mleikum.. :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s