Jalan, Waktu, dan Bali

APPAAA KABAARRRRR YANG DISAAANAAAAAA 😀

Akhirnya, ini blog terisi kembali. Ah! Rasanya tuh kayak punya duit banyak.. J

Akan sangat banyak yang diketikkan. Sampai saya tidak tahu harus memulai dari mana, karena yang ditulis di tempat ini adalah kumpulan semua obrolan, pengalaman, hasil ngelamun dalam perjalanan, percakapan dengan tembok pun langit langit dan situasi paling magis dalam hidup manusia bernama.. mandi keramas 😀

Tapi pertama, kita coba dulu dengan kalimat ciamik ini: UNTUK PERTAMA KALINYA DALAM 24 TAHUN, SEORANG IVAN RULY, IYA, YANG HIDUPNYA DATAR BIN AJAIB ITU, IYA, IVAN RULY ITU, AKHIRNYA DIA PERGI KE PULAU BALI ! HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! 😀

Kedua, anggap saja ini ilmu yang tidak ada dalam kurikulum apapun, yang jelas, suka atau tidak, protes atau ikut seneng, nyinyir atau memberi selamat, dukung atau ngatain kampung, terserah ente dah. Toh, percaya deh, di dunia yang mungkin tidak kalian sebut dunia, masih ada orang yang belum bahkan gak bisa kemana mana, sekalipun hanya tempat sejauh 23 jam bernama BALI. HAHAHAHAHA! 😀

Oke, calm.. ehem. Jadi gini, kemarin dari tanggal 17 sampai 21 Januari 2013, saya pergi ke Bali. Tenang saja, ini bukan aktifitas hedon kesulitan membuang uang atau mengikuti tradisi new age bahwa liburan merupakan bagian kebutuhan primer yang hampir mengalahkan prinsip hidup (#apeu) tapi ada kepentingan lain yang jauh dari apa yang saya prediksi-kan. Saya dapat panggilan interview kerja di salah satu taman satwa berkelas internasional disana #dengdeng

Jadi kalem saja, ini bukan aktifitas terapi mental berobat angin pantai, apalagi jiwa petualang yang membuncah tersalur lewat kegiatan backpacking. Plis deh! Di Temanggung saja saya masih sering nyasar.. -__- jadi lupakan tagline “Lets get lost”, ndak ngaruh, saya udah kesasar dalam dunia fana penuh dengan wanita Korea. -__-

The Journey

Oke, awalnya saya ingin naek kereta, yah jalur backpacker yang ditotal Cuma 85ribu an lah bisa sampe Bali, mengingat budget saya yang –masyaawohminimnyakokberanikeBali- jadi kan cocok kalau by train broh, irit. Tapi dipikir pikir lagi, ditimbang timbang lagi, di marah marahin lagi, keluarga besar saya tidak menyetujui anak muda sarjana pas pas an ke 3 di keluarga besar Atemoyadi, menaruh pantat imutnya di kursi kereta selama 22 jam (oh iya, Cuma ada 4 orang yang kuliah di keluarga besar saya, 2 sudah bekerja, satu lulusan STAN, satunya lagi ya ini, yang karismatik pun lucu yang tulisannya sedang kalian baca ini, Saya) oh iya, mengingat ini interview resmi pertama saya. Resmi karena melibatkan celana kain dan kemeja putih, bukan tight jeans dan jaket denim lusuh 50 ribuan, by face bukan via telpon atau sekedar datang ngasih portfolio tulisan dan ditolak karena tidak bermodal toefl mahal.

Maka jadilah itu saya naek bus malam antar propinsi yang garasinya kebetulan di Temanggung tercinta berisi gadis SMA menawan rupawan. Saya sengaja memilih kursi no 9. Karena itu jumlah member SNSD (yeayyy! Kurang dedikasi apa coba??!! ), juga karena ingin melihat luar melalui jendela bus sekaligus memberi waktu pada otak dan fisik untuk sekedar bertanya dan menjawab sendiri semua pilihan yang diambil juga yang ditolak oleh keinginan sederhana saya. Jadi selama 23 jam itu, bayangin bro, 23 jam bro, ane gak pernah kemana mana sekalinya kemana mana, 23 jam selimutan karena bus nya terlalu dingin, udik itu masalah fisik bukan pergaulan. Fisik rapuh bro. Note that. 😀

Sampe Bali itu Kamis siang. Saya lupa jam nya. Selama diperjalanan saya kenalan dengan orang Temanggung juga, doi sih murni main, Cuma dia lebih pengalaman, jadinya saya ngikut dia saja. Dari tips selama di bus, waktu berhenti, hingga petuah bahwa konon orang Temanggung disana, sering kena kartu kuning social. Ingat teroris yang diliput TVOne secara berlebihan yang kebetulan di Temanggung itu? Yang gambarnya Cuma diulang ulang? Tv kampret itu yang bersalah menanam stigma buruk. Coba bayangin, pertama di Bali, dan saya ditakut takuti soal tuduhan teroris? Sempurna. -___-

Oh iya, samping saya, si bangku no 10 itu. Waktu milih no 9 saya pikir akan menyenangkan bila samping saya seorang perempuan, karena waktu saya intip daftar penumpangnya, si no 10 itu namanya Nurul. Wih! Bayangan saya kan langsung kembang pesantren. Yah minimal mudanya Nurul Arifin. Tapi apa daya harapan hampa gayung bersambut nanah, doski bernama panjang, Nurul Huda. -___- lakik! Kek nama mushola pula *tepok jidatnya Mario teguh* ketika ngobrol, saya Tanya tujuannya ke Bali ngapain, ternyata dia mau jualan buah sama kakaknya. Dagang gitu. FYI: itu masih profesi lho. Juga bayar pajak pula. Dream hunter juga. FYI juga sih. Dia baru lulus SMA.

Sampai Ngawi, rehat makan malam. Makanannya gak enak. Bukannya gak syukur, tapi ini sumpah, emang gak enak. -___- ketika mau sholat isya, saya ketemu ibu ibu gitu. Dia nanya: “Dek, kita se bus kan?” saya sih langsung #dengdeng. Hahahaha.. saya jawab: “iya Bu, gimana?” dia bilang lagi, “saya minta tolong buat dibarengin sampai Bali. Saya gak pernah kemana mana, boleh temenin sampai Bali ndak dek?” saya jawab, iya lah. Masa’ iya saya jawab “Mam, same problem here” ??!! ya udah itu berempat, saya, orang temanggung lainnya, nurul huda, dan ibu ibu itu. Jadi grup kek di Ice Age. -___- sampai di pelabuhan sebelum nyebrang, saya Tanya tuh ke si Ibu, kenapa ke Bali. Ternyata, dia korban penipuan yang dilakukan oleh saudaranya sendiri, surat tanahnya di uangkan diam diam oleh saudaranya lalu minggat ke Bali. Rencannya mau nemuin sodaranya tersebut. Ya sebelum polisi ikut campur sih. Siapa tahu bisa diselesein secara family lah.

Akhirnya sampai lah di terminal baru itu. Apa ngui ngui gitu lah namanya. Ditungguin lah si ibu tersebut sampai ada yang jemput. Sejam an lah. Setelah si jemputan ibu ibu itu datang, berikutnya yang terucap oleh beliau adalah doa bagus, ucapan terimakasih tak henti henti, doa bagus lagi, terimakasih lagi. Doa bagus bagus lagi. Terimakasih lagi. Wihh!! AMINN dah!! Tau kan gimana rasanya ketika kita ada sesuatu yang akan diperjuangkan dan merasa menolong akan menjadi doa tambahan lain sebagai pangkal sukses? Yah gitulah.. HAHAHAHAHAHA, dan si Ibu ibu itu pun pergi. (Good luck Mam!) Well, tinggal berdua saja dengan si Temanggung. Naik taksi, patungan, sampai lah di Ubung. Welcome to Bali Mr Ivan Ruly. J oh iya, saya tuh sebenernya mau act cool gitu, biar gak keliatan norak sih, in case juga, siapa tau ketemu WNKSYLPKDMD (baca: Warga Negara Korea Selatan Yang Lucu Pun Kaya Dan Mau Dipersunting) jadi tetep citra bad boy harus ada lah.. (yea right.. -__- bad boy my ass! ), tapi apa daya jiwa kampung masih tersisip lembut disanubari, hawanya cengengesan pake berlebihan. Kek pertama kali nonton Hello Baby nya SNSD. HAHAHAHA. :p

 Day One

Setelah makan, basa basi (lagi), muka –Oke ane
antusias sama tema yang ente angkat-, dan obrolan mengenai minuman keras yang dia konsumsi, ganja, dan bla bla bla sok wasted gitu (plis deh! Ati saya masih Girls Generation :p ),  pisah lah saya sama si Temanggung. saya dijemput mantan keyboardis nya Lipstik Lipsing yang punya profesi sangat mulia sebagai  guru SLB di Bali. Rencananya sih saya emang mau ngrepotin dia. Toh karena dia pernah ke tempat wisata tempat saya interview, dan satu satunya orang di Bali yang saya kenal pun berwaktu luang. Hahahaha. Asoy nya Bali yang pertama adalah, ini adalah tempat dimana memakai kacamata hitam merupakan bagian dari perlindungan. Dan fungsi itu diterapkan secara maksimal. Di Jawa, orang berkacamata hitam, dianggap gaya gaya an, bahkan sering dikatain: “habis mijet dimana mas?” (helloowwww…. bukankah itu guyonan angkatan Tan Malaka? -___- ) atau lebih nya lagi dikatain possernya ian kasela. -__- sebagai seorang penggemar kacamata, saya terpukul. Sakit. L Oh iya, si guru ini juga jualan sepatu mahal mahal dengan harga murah gitu, Footcover namanya. Sok atuh di klik dan diorder, siapa tahu lagi punya sisa duit buat di foyafoya kan. Yah itung itung juga bantu biaya nikah doski lho 😀

Untuk sementara waktu, saya diungsikan ke sebuah kos kos an milik temannya Pak Guru ini. Yang punya seorang fotografer, desainer, dan partner jualan sepatu nya. Ber AC lho cuy.. (info sih, HAHAHAHA) dan kebetulan orangnya lagi mudik ke Surabaya. Di hari pertama ini saya memutuskan untuk melihat sunset di Kuta (umum banget gak sih?) saya sebenarnya hanya punya 3 agenda saat ke Bali ini, interview kerja, nyari pantai yang ada gadis Korea nya, terus beli kacamata KW Super, karena Bali punya potensi tropis layak kacamata hitam. Disini surga nya semua merk palsu dengan kualitas lumayan lah buat ukuran ketengan. Bayangin deh, wayfarer  Vans, camo, ber label, Cuma 20 ribek cuyy.. HAHAHAHAHA.

Setelah rehat sebentar nunggu prime time paling mellow dari matahari, mandi, dandan gak rapi rapi pantai, ke pantai deh.. 😀 , ini status saya masih keadaan cengengesan lho. Yah norak norak berkilau lah sepanjang jalan kosan ke Kuta. Beli bekal nya juga syariah, cukup minuman jeruk berbulir dingin ramah lingkungan, dan sebungkus pro mild (oh iya, saya ngerokok lagi. Stress sih ya. HAHAHAHA. Lagian selama hampir 3 minggu berhenti, gak ada juga gitu yang nyium :p ) saya dan si Pak Guru, duduk. Posisi paling mahal. Spot ter tengah. Langsung ke sinar kekuning kuningan sambutan petang matahari Bali.. (gilak bahasanya brohh..)

Sebenarnya alasan saya pengen ngeliat sunset dengan backsound ombak itu sederhana, kira kira apa lagi yang akan ada di pikiran saya bila dihadapkan pada situasi situasi magis ciptaan alam semesta? Seorang teman pernah mengatakan ini ketika tutupan di chat: “berhentilah menganalisa..”  iya juga sih, saya tipikal pemikir, menganalisa sesuatu, tidak pernah menikmati nya, menimbang hitam putihnya, sampai budget budget nya, walaupun itu katanya berkah bila mau mengambil posisi kerja Marketing Komunikasi. Saya sih gak sepenuhnya setuju, karena tiap kali apply posisi itu, baru satu gitu yang di panggil, HAHAHAHAHA. Dan masalah analisis pun kawan kawannya ini, menjadi tugas rumah tahunan terbesar bagi saya, semacam resolusi lah (yuck!), saya masih belajar untuk menyederhanakan sesuatu. Apapun itu. Seburuk apapun kondisinya, senyaman apapun kondisinya, make it simple. Bagi saya, itu filosofi mahal dan gak punya tandingan. Hidup akan menemui kisah tersyukurnya bila itu terwujud. If you know what I mean sih.. Ribet ye? Padahal cewek gak suka cowok ribet ya.. L terus gimana dong.. katanya kamu mau menerima apa adanya.. L #halah

Dan selama duduk di pantai itu, toh hanya ada dua kesimpulan besar, yaitu, pertama, pasti si bule bule seksi itu masih SMA deh.. enjoy bener renang sambil maen air, teriak teriak seneng dan gak ketakutan gitu bikininya lepas, sementara mukanya masih memberi tanda ajakan: “liat tubuh aku mas.. plisss lihat… lihat dong..” :p

Lalu kesimpulan besar yang kedua, adalah kenyataan bahwa, sebentar lagi, saya seperempat abad. 25 tahun….. kemudian hening…. -_____-

Day Two: The Big Day

Ini hari Jumat nya. Saya tidak tidur di kosan si temen pak Guru. Masih ada rasa gak enak waktu itu. Jadi saya milih buat nginep di persinggahan rumah si pak Guru. Doi ternyata tinggal di rumah keturunan raja Bali.. 😀 jadi saat saya bangun tuh malah berasa di hotel. Udah dikasih the anget dan sarapan nasi kuning anget. Room service. HAHAHAHAHA. Ketika saya tanyakan kenapa dia bisa jadi anak angkat keluarga kerajaan, dari simpulan jawabannya sih saya bisa ambil bahwa, tidak ada buruknya menjadi orang baik. Pada dasarnya, teman saya ini ditolong, dapet tempat tinggal gratis, motor, dan perlakuan seperti anak sendiri. Bayangin deh, seberapa banyak orang di Indonesia yang mau jadi guru SLB, perantauan dengan gaji segitu pula. Mungkin ada perasaan bahwa menolong orang ber dedikasi itu adalah sebuah kegiatan paling relijius. Ini yang saya suka di Bali bagian kedua, latar belakang itu Cuma basa basi, pada akhirnya, apa yang kamu lakukan ke sekitar dan hasilnya, adalah penilaian sesungguhnya. Ini juga awal saya santai saja gitu ngaku sebagai orang Temanggung. HAHAHAHAHA.

Oke, saya ada nterview kerja. Jadi, mandi gitu, wih rapi, wangi, klimis, dandy, kek semua postingan topman di pinterest. Masalahnya Cuma satu, saya datang kepagian.. -______- karena temen yang nganter saya ini ada kegiatan nglatih music murid muridnya, jadi jam 9 pagi saya sudah di drop disana. Gak papalah nunggu, daripada nyasar manteb berangkat sendiri sih. Saya nunggu di tempat tongkrongan supir travel turisnya. Itu tempat paling nyaman soalnya.ya karena gak ada tempat buat nunggu lainnya sih -___- Jam 11 saya disuruh masuk. Bertemu dengan manager utamanya. Bukan HRD nya, karena katanya disini, managernya pengen ngerti langsung kandidat staffnya, bukan tipikal serahin ke HRD gitu. Nunggu lah itu saya di restoran. Positip tingking pertama: ke tempat wisata mahal, masuk nya gratis. HAHAHAHAHA. Positip tingking kedua: duh, pelayan restorannya cantk cantik. HAHAHAHAHA. Nunggu bentar, ada yang manggil “Mas Ivan ya?” saya: “iya Pak.. *salaman*” doi: “kita ngobrol didalem” masuklah itu saya. Jrenggggg… negatip tingking pertama: bangsat! Salah kostum. -___-

Kan saya bilang tadi, saya mikirnya itu resmi gitu.. di cuaca Bali se panas itu, saya makai kemeja putih, dasi item, celana coklat, sepatu item mengkilap, sweater hitam, dan didalam kemejanya saya masih pakai kaos putih. -____- amboy hot nya. Tapi kan mikirnya demi dedikasi dan penghargaan, di tahan tahan nin lah itu. Eh ternyata, yang nge interview.. gauulll benerrrrr… ini gara gara temen2 saya di Temanggung, “kowe kudu rapi, marketing mosok gowo jeans” manut lah. Ternyata, CV saya dipilih untuk menjadi MarComm nya bukan orang jualannya. Murni konseptor. Jadi beda, yang saya apply dan akan ditaruh di divisi mana bila diterima. Duh! Disaat itu, Saya gagal.. malu sama Nylon. Malu sama avatar twitter. Malu sama remaja masjid RT 01. Malu.. saya merasa terlihat seperti orang bank yang mau nawarin pinjaman karena kurang modal.. -___-  tapi apa mau dikata, undangan telah disebar, gedung s
udah terpesan, mas kawin sudah terbungkus.. pede atau gak, ini interview harus sukses. FIGHTING!!!

Deg deg an tuh. Gilak! Saya sampai belajar “15 Pertanyaan Yang Sering Keluar Saat Interview Kerja” googling deh. Pasti ketemu. Nah itu yang saya baca sepanjang di perrjalanan bus, sebelum tidur, saat buang air, bahkan saat ngeliat pertandingan bola. Dedikasi itu bener bener ada saudara. Mantep kan tuh ya. Gak mungkin ini ditanya soal siapa gitarisnya Queen atau berapa varian Docmart. Gak mungkin. Bring it on lah Sir.. *sisiran*

Setelah basa basi soal kapan sampe Bali dan bla bla lain.. pertanyaan pertama pun muncul.. “Gigs Organizer itu apa Van? Bisa jelasin?” duaarrrrrrrrr! Runtuh!! Google bungcut! “15 Pertanyaan Yang Sering Keluar Saat Interview Kerja” anyingg!! Tapi hamdalh, entengggggg.. HAHAHAAHAHHAHAHA! Jelasin tuh, dari a-z, komplit! Bleber pula! Kalau minjam istilah fotografer stage nya Ok karaoke sih, jelasin indie culture secara penuh. Ngelobi secara bawah tanah, kerja sama tanpa kontrak, keuntungan pertemanan, lingkupan jualan below below below nya the line, webzine, punk itself,komoditas distro, komunitas artistik ngumpuin portfolio, clothing line, sampe psikedelik rock. Cieeehhh… ketengan brohh. HAHA! baru setelah itu ditanya gimana cara menggabungkan semua itu dalam satu wadah acara lengkap dengan strategi promosinya. Bagi saya, itu adalah ilmu otodidak, tidak ada di jurusan Komunikasi. Semuanya berdasar melihat, mengalami dan menganalisis sendiri. Wah.. bakal keterima nih kayaknya. HAHAHAHAHA.

Jadi gak ada tuh pertanyaan semacam, “Kelemahan kamu apa?” -____- kalaupun ada, akan saya jawab.. “seperti kebanyakan lelaki lain di dunia, kelemahan saya adalah, wanita, pak…” HAHAHAHA!

Dalam hati saya berharapnya, yuk, tanyain Kpop dong pak.. pliss.. HAHA. Dan gak terkabul harapannya, yang ditanyain mengenai tempat ini, gimana menurut anda, apa yang kurang. -__- baru juga pertama kesini, kalaupun saya udah riset juga via internet. Jadi saya jawab sepenuhnya analisa singkat saat tadi nunggu diijinin masuk buat interview, seperti web nya yang buruk, promosi bahkan tidak ada, sambutan yang datar datar saja, cmon.. bahkan indomaret aja ada greetingnya.. Selamat datang di indomaret.. -__- kalaupun pada akhirnya saya lebih pengen menonjolkan sisi edukatif dari tempat ini, murni karena concern bahwa satwa liar sekarang udah diobral dpasar burung dan terancam  tidak di edukasi kan sejak dini. Lalu ketika saya Tanya mengenai program selanjutnya, ternyata memang ada rebranding besar besar an per Juli tahun ini. Diawali dari logonya. Tapi emang gak ada nilai jualan dari visualnya sama sekali. Cuma saya nyeselnya satu, yakan juga baru pertama kali kesini, jadi gak tau maksimal SWOT nya, kalau minimal nya tahu lah dikit dikit mayan.. L atau kurang tahunya bahwa ada 2 taman satwa lain yang sedang bersolek mati matian, yang ternyata juga terletak, bisa dikatakan bersebelahan gitu.. L Hampa.. terus aku kudu piye.. L tapi yasudahlah.. undangan sudah disebar, gedung sudah dipesan, makanan sudah dicicipi, playlist sudah dibuat, paling gak, saya cukup yakin dengan jawaban jawaban saya. Yakin banget malah. Se yakin nya yakin nya dia buat milih orang lain.. #halah #apasihhhhhhhhh

Setelah selesai, saya disuruh buat ngeliat ngeliat tempat ini, dengan syarat suruh ganti baju dulu mungkin ya.  Saya emang sengaja bawa baju ganti karena, duh, amboy panasnya broh. Ke toilet, ganti jeans dan kaos, nonton cendrawasih!!! HAHAHAHAHAHA.. keliling keliling gitu.. liat liat.. yah emang dasar mata asli pegunungan, masih sering shock aja gitu ngeliat bule bikinian doang, motret motretin burung. -___- okwert gak sih tuips.. jadi bingung antara ngeliatin yang didalam kandang atau yang motret diluar kandang. HAHAHAHA..

Lalu, pak Guru teman saya itu datang, saya dijemput. Mayan lah, paling gak masuk taman wisata gratis. Dipoto2 sama burung2 bagus. Yang per fotonya 120ribu, bisa saya nego jadi 20 ribu. HAHAHAHA.. ya, it’s a one nice awesome good day.. J

Day Three and The Rest Of It (because its already on six page and its so lebayyy..)

Hari hari berikutnya lebih saya gunakan untuk melakukan kegiatan random (baca: ngeliatin cewek dan ngelamun), menunggu, ke pantai, dan nyari Rayban Clubmaster, hitam mengkilap dengan pinggiran dikrom, diusahakan yang harganya dibawah 25 ribu 😀 . saya sebenarnya pengen langsung pulang Temanggung karena duit tipis, tapi kawan saya mengatakn untuk coba tunggu dulu di Bali, siapa tahu ada panggilan lagi dari si taman satwa.  Daripada bolak balik kan juga duit. Lagian itu duit hasil keringat sendiri sih, keuntungan dari bikin jaket dan kaos. Cukuplah buat beli tiket bus pulang pergi . walaupun sekarang jadi ngenes lagi. -____- Soalnya kan itu buat budget hidup sebulan di Temanggung, buat aktifitas jobseeking, pulsa dan beli asap juga sih.

Oh iya, jadi saya dapet temen baru di Bali. Kebetulan waktu itu dia lagi ribet buat ngasih oleh oleh ke apa ya namanya.. cem ceman nya lah.. ya itu paling tepat. Dia diminta buat beliin bikini sebagai oleh oleh. Dia udah resign dari kerjaannya di Bali dan mau balik Semarang. Nah.. kebetulan, saya yang paling selow dan paling lagi pengen jalan jalan. Maka terpilihlah saya untuk nemenin dia nyari bikini sebagai oleh oleh persembahan cinta sang pujaan yang udah punya pacar. HA HA HA HA HA HA! Ngek! Kan sudah saya bilang diatas, kelemahan lelaki adalah, wanita. 😀

Oke, singkatnya, bergeraklah itu kami keliling nyari bikini, dari harga yang paling gak masuk akal, penjaga toko yang paling -bulelovetofuck-, sampai yang paling aduh, dek, sini deh tak bawa pulang Temanggung, tak halalin. Ini saya mau share idea, oke saya tau, sebuah brand, apapun itu pasti menjadi pertimbangan. Okeh!! FINEE!! Cuma, bro, ente tau kan bentuk bikini kek apa? Ente juga tau kan paling berapa meter sih kain yang dipakai buat ngebuatnya? Kalaupun ada aksesorisnya, iya gitu bakal ada batangan emas dibagian pantatnya? Gak kan? Nah.. ini, si bikini, harganya.. ada yang sampe 600ribu.. -________- dude, seriously, beha sama kancut bro! 600ribu.. ngehek! Iya iya, daleman cewek emang mahalan sih. Lagian cewek belinya satu set atas bawah. Cowok kan setengah set doang. Cuma.. aduh. Gimana ya.. kayaknya, usaha bikin bikini, seru deh. Ini serius, kalau ada yang mau nanem modal, saya mau! Saya urusin semuanya, dari riset bahan, desain, nyari brand ambassador nya, sampe promosi, kalau perlu sales langsungnya, asal ada supirnya, saya gampang kesasar soalnya. Serius. Kalau mereka jual diatas dua ratus, kita jual dibawah seratus lima puluh! Mereka menang brand, kita menang harga! Laku! Yakin saya mah.. sok atuh dipikirken. I am ready lah..

Oke, kembali ke aktifitas berburu bikini ngehek itu. Sampailah kami di sebuah toko yang jual baju nya make strategi surfing till I die. Tau lah pasti yang kek apa tokonya. Jadi emang temen saya itu nyari yang murah, sampai disitu, ada sebuah box isinya beha doang broh. Kalian pernah ke tempat jualan pakaian bekas? Yang Cuma ditumpuk tumpuk, baunya yasalam dan dapet kebebasan untuk nyari, milih dan ngerusak tatanan? Nah ini sama.. Cuma bedanya,
isinya beha sama kancut broh. -____- bayangin deh, 2 cowok lagi ngobrak abrik 2 kotak berisi bikini dan saling menanyakan.. “Ini bagus gak?” HUAHAHAHAHAAHAHAHAHA!! Sialan! Okeh, mungkin kalau di Bali, udah biasa gitu buat beliin seseorang bikini, tapi kan saya putra gunung, kan udah dibilang, masih syok bro.. -__- sampe akhirnya saya nyerah, lalu bilang ke teman saya itu, “jelek jelek, yang diatas aja, diskon kayaknya..” doi setuju, pilah pilih, pegang pegang, liat liat, berasa nontonin jemuran kosan putri deh. -__- , singkat, terpilihlah satu set bikini warna pink seharga 150ribu setelah didiskon 70%. Bayar, keluar toko secepat mungkin. Tengsin. HAHA. Tapi ada keganjilan dalam bikini yang dibeli kawan saya itu, sangat kentara, dan vital..

Saya: “size berapa tuh?’

temen: “8 bro..”

saya lagi: “Ukuran bule apa local?”

temen: “Hah?”

saya: “si **** emang cukup segitu? Bukannya punya dia gede kan? Kayaknya gede deh. Ukuran berapa dia?”

temen: “oh iya, 34 katanya, terus gimana Van, udah kebeli nih. Tukar boleh gak ya?”

saya: “tanya coba, tak temenin” (saya dalam hati: ini apa apaan sih.. -__-)

Sampai di kasir, ngomonglah temen saya itu. Akhirnya bisa ditukar. Lalu masalah lain muncul.. 34 ukuran bra, kalau size bule bikini nya, berapa ya? #dengdeng

Oke, berikut adalah obrolan lagi dengan teman saya plus tambahan 2 penjaga toko nya. Cek tis out! #halah

Temen: “yang lebih gede dari ini ada gak sih mbak? Size paling gede berapa?

Penjaga toko yg cewek (PTYCE) : “aduh, yang jenis itu, diskonanan kayaknya Cuma itu deh, paling gede 18 size nya mas (kalau gak salah sih) bentar saya cariin lagi”

Saya: *ngeliatin si PTYCE ini, duh! lucu dia*

Temen: “mbak, kalau size 34 itu berarti pake bikini size berapa?”

PTYCE: “kalau saya sih pakai size 8 mas..”

Penjaga toko yang cowok sok cool banget padahal muka ketengan (PTYCOSCBPMK): (dia tiba tiba nyamperin) “Kemarin sih saya beliin dia size 8” (sambil nunjuk si PTYCE, yang ternyata adalah pacarnya.. -___- ya mungkin takut pacarnya digrepe grepe 2 lakik yang lagi nyari bikini mureh. NGEK!)

Temen: “Van, si **** sama punya si mbak nya gedean mana?”

SI KAMPRET!! Ya kalik pertanyaannya.. terus saya harus ngeliatan dada si mbak nya gitu.. terus bayangin wanita cem cemannya temen saya itu, terus bikin komparasi gitu.. -_____- walaupun saya akhirnya ngeliat punya mbak nya juga sih. Tapi dengan catatatan ini tatapan fashion lah. :p

Akhirnya saya pun berujar: “gedean si **** deh.. lagian bongsor si **** kok” (dalam hati saya: moga moga gak kesinggung nih mbaknya ngomongin size. Walaupun kalau boleh jujur, punya si mbaknya ini, aduh! Pas. Ngefit sama tubuhnya yang langsing. Perfect dah. HAHAHAHHA)

PTYCOSCBPMK: *masih ngeliatin kami.. dengdeng*

Saya: *masih ngeliatin PTYCE* :p

PTYCE: “coba mas size ini. 12. Cukup gak?”

Teman: “Wah ini! Pas nih mbak. Saya yakin, udah ini aja mbak. Ke kasir lagi atau langsung bungkus?” (berasa kek dia pernah pegang dan liat gitu.. -__- )

PTYCE: “sini aja gak papa mas” (dibungkus lah.. si bikini berwarna pink size 12 ini… thanks God its over)

Saya: *masih ngeliatin si PTYCE penuh dengan cinta*

Pulanglah kami. Mungkin ya, agak gimana gitu si yang jual. Pasti bayangannya kampung gitu ngeliat kita. Soalnya saya cengengesan aja. Lha kan masih syok. Jangankan beliin daleman. Beliin the botol saat di gigs buat nyepik aja, hasil pedekate nya malah semrawut. HAHAHAHAHAHA -__- jadi ketika ada yang ngomong bahwa Bali itu bukan Indonesia. Mereka adalah Negara didalam sebuah negara yang. Cuma di tempat bernama Bali ini, UU Pornografi pornoaksi gak berlaku. MERDEKAA!!

Oke, lanjut ya.. page 8 ini di ms word nya. HAHAHAHAHA.

Hari Minggu nya, saya memutuskan untuk seharian nyari pantai aja. Masa’ iya gitu ke Bali gak item an dikit? :p lagian berhubung si pak guru libur, jadinya dia saya daulat jadi tour guide. Maka berangkatlah.. tujuan pertama ke pantai padang padang (kalau gak salah sih namanya itu) dengan asumsi teguh bahwa bakal ada adek adek Korea Selatan ber bikini dan sejenak melupakan kekakuan negaranya akan unsur susila. Dan ternyata… si padang padang ini.. jauh ye. HAHAHAHA. Tapi worth kok.. dibagi 2 sisi. Yang rame sama yang gak laku. Entah kenapa perlu dibagi gitu toh ombaknya sama. Pasirnya juga.

Saya ke yang sepi dulu, biar kalau poto poto gak terlalu tengsin. HAHAHAHA. Saya jarang dipoto soalnya. Namun apa mau dikata, undangan sudah terkirim, gedung sudah terpesan.. kacamata kesayangan saya, yang framenya elastis itu, yang lucu itu, terdera air pantai.. walhasil, burem se buremnya L saya tuh gak pede kalau gak kacamataan. Walaupun gak minus juga. HAHAHAHA. Setelah ke bagian sepi, saya ke bagian ramenya.. ah. Untung pakai celana longgar. Amboy amboy cik.. 😀 lucu lucu ya yang disitu. Seru gak sih ngeliat mereka yang melepas penat. Maen air. Tanpa perlu memikirkan bahwa dunia kiamat nya di pending lagi. Tanpa perlu mikir bahwa harga beras juga naek lagi. Tanpa mikir juga kalau anak nya nassar akhirnya ketemu. Tanpa mikir juga kalau calon bupati Temanggung yang baru sama saja busuknya dengan yang lainnya. Tanpa mikir juga kalau waktu tuh gak mau mundur, apalagi sekedar berhenti buat nungguin yang udah gak punya waktu. Saya Cuma berdiri, ngerokok lagi, dan ngeliatin lagi dan tetep cengengesan lagi. Oh iya, belum nemu ada cewek Korea lucu disini. Kalaupun ada, kayaknya lagi hanimun sama suaminya. Mesra gitu doi.

Lanjut ke pantai yang masuknya turun turun lewat candi candi gitu. Gak tau saya namanya. Biasa aja disini. Yang paling bagus cuma satu. Ketika mau balik, ada 2 adek Korea, putih, ketawa nya lucu, apalagi saat mereka mau ngebersihin pasir yang nempel di kaki kaki nya, pengen gitu di air keras dibawa pulang ke Temanggung. Saya mendengar bahasa Korea terucap.. bahasa yang saya nikmati dari vari
ety show itu, bahasa yang saya cuma ngerti kalau ada subtitle nya, bahasa ibu dari calon istri saya.. ketika mendengarnya.. saya berasa umroh.. HA HA HA HA. Oke, jadi ke pantai udah, ngeliat cewek asli Korea udah.. tinggal nyari kacamata. Itu hari berikutnya. Yang mana adalah Senin nya. itu juga saat saya memutuskan untuk pesen tiket bus pulang rumah. Udah hampir seminggu bila perjalanannya juga diitung. Dan udah terlalu banyak ngrepotin teman, baik baru maupun lama. Saya dapet Rayban Clubmaster idaman. Cuma 20ribu. HAHAHAHAHA.

Selama disini, saya banyak dapet hasil, entah apa itu disebut pengalaman, atau obrolan santai yang kadang berubah berat berbau curhat. Seperti ketika saya hanya tinggal berdua dengan kawan baru lagi, dia udah 10 tahun di Bali. Yang secara sangat mulia, baik bijaksana sekaligus luar biasa, mau nraktir saya nasi goreng di malam terakhir saya di Bali waktu itu. Doi cerita soal kehidupannya (itu juga setelah saya pancing pancing) dia pendiam. Tapi sebagai lulusan Komunikasi saya tertantang untuk praktek ilmu kuliah. Ya lumayan lah, dapet nasi goreng gratis sebagai imbalannya. HAHAHAHA. Pada intinya sih mengenai perjuangannya untuk mendalami pilihannya. Ah.

Tutupan obrolan waktu makan nasi goreng itu masih terngiang ngiang sampe sekarang, beliau bilang gini, “selalu, kalau mampu, tolonglah orang, karena kamu gak akan tau kapan kamu akan ditolong orang lain” cessss… syukur saya berlebih lebih diperjalanan ini. Apa jadinya kalau tanpa teman teman ini. Nyasar bisa sampe manokwari mungkin. Ditraktir. Ditemenin. Didukung. Diajak ngobrol. Dibolehin tidur tanpa bayar. Ngrepotin pula. HAHAHAHA.

The Last Day

Selasa nya, saya pulang. Saya milih kursi no 8. Biar bisa ngeliat lewat jendela, dan semoga no 8 yang katanya bagus itu, akan bagus juga di dalam bus. Saya diantar ke terminal Ubung oleh si pak guru. Menunggu hingga bus datang pukul 2 siang. Setelah pamitan dan berterimakasih sebanyak banyaknya, saya masuk ke dalam bus. Dan onde mande madekipe, kursi no 8 ditempatin kampret yang saya gak tahu siapa, udah tidur pula, mau dibangunin gak enak, mukanya kasihan banget. Yah, ngalah lah saya di kursi no 7. Mungkin dia lebih capek dari saya dan butuh senderan lebih. Jadi saya di kursi no 7. Gak papa lah daripada suruh duduk di WC sih. Maka perjalanan pulang pun dimulai.. jrengggg…

Biasa aja sih baliknya. Makanan nya lebih manusiawi. Gak ada grup ice age lagi. Sampe rumah rabu pagi pukul 10. I’m home.. J dijemput sepupu saya yang lulusan STAN itu. Yang laptopnya saya pinjem buat nulis ini. Dan yang besok siang berangkat ke Sumatera, udah dapet kepastian buat magang di Pekanbaru. Partner susah saya disini. Partner nyari makelaran konveksi. Hilang sudah.. HAHAHAHA. Sukses ya dek.. jangan korupsi kayak gayus lho. 😀

Finally (lembar ke 10 nih)

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain bisa memilih. Sekalipun itu cuma pilkada, paling tidak, manusia punya kendali 100% atas hidupnya. Dan akankah lebih menyenangkan bila pilihan itu mendapat dukungan. Kendali nya tambah jadi 1000%. Itu juga yang mendasari saya manteb datang ke interview sejauh sehari yang mana belum tentu hasilnya sesuai impian orang rumah. Sekalipun budget mepet dan sekarang kempis kempis lagi, ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Sebuah kebanggan bila bisa bekerja di sebuah tempat yang mau mendedikasikan dirinya untuk melawan kepunahan satwa. Jujur, tidak terpikirkan gajinya. Kalau besar syukur. Kalau pas pas an ya asal cukup. Lagian saya dulu emang pengen buat kerja di Bali. Karena saya milih kotanya dulu, baru kerjanya. Lagian kayaknya seru gitu kalau habis kerja, capek, ke pantai bentar.. baru pulang. Seru aja kayaknya. Kayaknya sih.. HAHAHAHAHAHA. Cuma satu pesan saya, seburuk apapun hidup kamu, sebangsat bangsatnya hidup kamu, mulailah dari usaha untuk menghargai pilihan orang lain. Aseeeekkk… J

Kadang saya masih merasa sudah tidak punya waktu. Namun melihat geliat chatting beberapa minggu ini dengan berbagai orang. Saya masih bisa senyum senyum ngeliat MV nya SNSD yang I Got A Boy. Paling tidak, ada mereka yang sudah sibuk memikirkan garis keturunannya di 30 kesekiannya. Saya masih punya waktu 5 tahun untuk menyusun semuanya lagi, sebelum pada akhirnya dihadapkan dengan pertanyaan lain seperti, “kapan nikah?”. Memunguti rencana rencana Nya lagi. Dan berusaha lebih lebih lagi. Kalaupun pada akhirnya, ke Bali ini hanya sebuah usaha sia sia, saya Cuma bisa berpikir, well, sudah pernah gitu saya ke Bali. Atau mungkin juga, ini adalah jawaban dari doa saya untuk sekedar berlibur. Ya karena emang gak ada duit kalau mau liburan. Jadi ini sekalian gitu. HAHAHAHA. Itung itung refreshing dan ketemu orang baru lah. (gilak! Mulianya gini kok dicul)

Jadi, karena pada akhirnya, manusia hanya perlu alasan yang tepat untuk memilih dan menetapkan sesuatu. Alasan bisa apapun, seperti misal mimpi nonton konser SNSD dibaris terdepan, atau masalah berat yang kadang remeh temeh bernama, umur.

Sekian dari saya, semoga terhibur dan semoga rencana rencana saya dan anda segera menemui hasil indahnya. Nama saya Ivan Ruly, selamat malam.

Bonusnya foto nih. Siapa tahu mau di save buat jadi wallpaper handphone :p

Blog_2

 

 

Advertisements

5 comments

  1. kaniamehta · February 4, 2013

    Semangat mas ivan! semoga bisa kerja di tanah bali aminn! 🙂

  2. Anonymous · February 5, 2013

    Ah! terimakasih Kania.. Amin! sukses juga buat kalian berdua di tanah Rammstein sana 😀

  3. gustihasta · February 24, 2013

    *terharu
    mas mikut mas…dek gus mikutttt….mau liak macan :3

    • IvanRuly · February 26, 2013

      HUAHAHAHHAHA! Bali masjid nya dikit lho Gus. :p

      • gustihasta · March 3, 2013

        wahahaa…. dem dem :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s