Fail To Plan, Plan To Fail

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

*strecing*

Anggap saja ini sekedar berbagi pengalaman spiritual dan hasil kegiatan sakti dari penggemar SNSD dan pemimpi yang masih berjuang mewujudkan sekaligus menjaga mimpinya tetap menyala. <— aseekkk..

Saya mau langsung saja..

Pada tanggal 20-21 Okrober 2012 ini sebuah acara berjudul Career Days UGM XII digelar. Sebuah acara bertempat di salah satu gedung megah kawasan dalam Kampus UGM. Sebuah acara yang mewadahi para pengais harapan dan system tuntutan social binaan negara pun tuntutan perut manusia yang tidak mau kenyang hingga lahat yang menghentikannya, dan sebagai wadah yang (menurut sebagian kalangan) mewadahi secara paling “jelas” menyoal pencarian kerja bagi warga negara yang membutuhkannya. Istilah cult nya sih, Jobfair. #dengdeng

Saya mendapat informasi ini ketika melakukan stalking secara mendalam soal lowongan kerja yang diiklankan lewat media internet. Secara sederhana saja sih nyarinya, lewat twitter bro, cukup memakai tagar #lowkerSMG , #lowkerJogja , dan lowker lowker lainnya dengan macam kota idaman lainnya pula dibelakangnya. Lalu munculah iklan carrer days tersebut.

Ada sekitar 75 perusahaan lebih yang buka stan. Dibagi dua lantai, tersusun berdasarkan urutan besar kecil biaya yang dikeluarkan perusahaan terbut untuk acara ini. Lantai pertama sih yang sponsor kecil, seterusnya samapai mega sponsor dilantai dua yang berhias kecanggihan gadget dalam perekrutan calon karyawannya. Dan sekedar informasi untuk para penikmat kesejahteraan sederhana, acara ini, GRATIS! Hahahaha.. poin plus lho dari saya, mbak mbak panitia. :p

Berangkat dari Temanggung pagi sekali (8 pagi itu masih pagi kan ya?) dan sampai Jogja pukul 10 an kayaknya. Langsung menuju rumah teman saya untuk sekedar slonjoran sebelum ikut kelihatan bermuka stress lagi pusing di UGM nanti. Siapa tau juga temen saya itu mau ikut berburu harapan bersama saya. Beliau mengiyakan stelah berulang kali melihat lowongan via web career days ini yang tersedia dan apa apa saja perusahaan yang hadir.

Strategi nya sih sederhana, saya menghindari primetime nya. Karena saya yakin pasti tumpah ruah. Karena saat saya mendaftar H-1 secara online, cetakan yang ada menunjukan bahwa saya adalah pendaftar nonmember bernomor 2090… sekali lagi, dua ribu sembilan puluh.. DUA RIBU SEMBILAN PULUH! -____- lalu ketika teman saya ikut mendaftar secara online pula, angka pendaftar nya sudah membengkak menjadi 3000 an.. -_____- itu yang bukan member tetap, belum yang member tetapnya. Dan inilah kali pertama saya tahu bahwa jobfair pun menyediakan fasilitas keanggotaan. Punya pelanggan bro.. -_____-

Lanjut, maka dengan strategi matang dan planning asoy rapi bin konseptual, maka saya dan rombongan berangkat setelah dzuhur, dengan satu harapan bahwa ada yang lebih rajin dari kami sehingga memilih jam lebih pagi dan selesai sebelum dzuhur. Brilliant! #halah

Sampai di venue (cieee.. fenyuuu)… sungguh.. demi nama Cobain, Hendrix, Winehouse, Rey Mysterio, Lee Sooman, Alan Budikusuma, Rama Aipama, Steven Seagal, Asia Carrera dan seluruh jajaran remaja masjid RT 01 RW 03 Padangan Temanggung, Ini bukan jobfair, ini lebih ke gabungan supporter pertandingan Persija vs Persib tambah Persitema vs Seoul FC tambah Hell Fest tambah Hip Hip Hura tambah konser SLANK tambah konser tur 360 derajatnya U2 dan ditambah unsur kecantikan yang membentuk sesosok calon istri saya bernama Kim Taeyeon. Pendek kalimatnya sih, ruamennnyyaaaaaa ciiinnnnnnnnnnn!!! -___-

Antrian masuk ke lantai dua nya lebih panjang dari antri tiket konser NOAH di Semarang. padahal itu belum dibuka, dikarenakan panitianya masih rehat makan siang. Belum yang duduk duduk sembari menata CV atau sekedar membaca catalog berisi perusahaan dan syarat lowongannya. Bejejer jejer kek di Woodstock minus bikini dan aroma asap rokok lintingan. Toh digantikan dengan seragam kerja ber label Naughty Office melebur bersama gabungan parfum isi ulang dan keringat panas Jogjakarta waktu itu. Saya dan teman saya -sebut saja si Bonus- berjalan sambil ketawa ketawa saja menuju gerbang masuknya, di pikiran saya, saya ngerasa bener bener salah kostum. Saya hanya memakai kemeja polkadot dan tight jeans hitam andalan dikombinasikan dengan slip on shoes berwarna senada tanpa kaos kaki pula. Sementara yang lainnya, amboy kantornya cuy.. tipikal eksmud hobi fitness idaman SPG dan mahasisiwi semester akhir haus belaian otot. -___- parfumnya? Duh! Paling gak kalau mau dandy look kan bisa gitu beli parfum asli mahalan dikit. Ya kan ya kan ya kan ya kan?  Tapi, sampai pada akhirnya saya menemukan kesimpulan.. oh,ada walk in interview juga,.. jadi ya wajar lah, kan saya gak tau, soalnya saya apply yang tanpa walk in interview cik, jadi gitu… Atau mungkin saya saja yang gak peka kantor, atau yang gak peka perkembangan harga parfum laki yang selangit itu, atau karena memang gak punya celana kain selain chino pants satu satunya berwarna coklat yang ketinggalan di rumah. Hahahahahaha.. :p

Ini adalah kali kedua saya masuk jobfair, yang pertama karena murni pengen tahu dan wanita nya. Di UKSW lho. Ughh.. hahaha. Yang kedua ya di UGM ini, beda jauh bener kang. Mungkin karena gratis kali ya. Jadi beda jauh, juga mungkin karena habis wisuda ya.. (ya kan? Eh, bener kan? Pokoknya gitu lah)

Lanjut, sesampainya di depan pintu masuk, udah disambut antrian lagi. -__- pendaftaran pengunjung untuk masuk, ini dikhusus kan bagi mereka yang gak daftar online, kalau yang online tinggal dicetok gitu pakai stempel (makin kayak gigs ye..). saya dan rombongan sih sepakat untuk menunggu reda dulu antre masuknya. Duduk, ngerokok dulu dan ngeliat cewek2 jalan bawa map dan pakai rok, yang kemudian secara tidak sengaja ditiupi angin gitu. :p oh iya, FYI ya, promild satu bungkus di jobfair ini dijual 10rb! Kampret! -__-

Lalu tanpa dinanya dan diduga, sesosok manusia menyapa saya ketika duduk santai nan cool, kawan dari Bantul, duta shoegaze Bantul dan pemakai setia soundcloud pun berhati rapuh &ndas
h;sebut saja si Pepi aka Layur-, beliau langsung menyapa selagi membuat saya kaget plus terluka lahir batin dengan pernyataannya: “Ngapain? Tumben ikut ikut jobfair gini?” ah, demi Jack Komboy dan crew Tata Usaha FISIP UNDIP, apa muka saya tidak keliatan cukup layak masuk jobfair? Apa hati saya kurang K-Pop untuk sekedar mencoba peruntungan dan menimbun harapan di salah satu perusahaan jobfair ini? Apa saya kurang setia, bermental baja setelah diombang ambing keganasan ombak penurunan harga diri, baik hati, kekar batiniah, wangi natural, mau mengerti, lucu lahir batin dan menerima kamu apa adanya mbak? #eh #kok? #inikokjadiginisih #kanbahasJobfairVan

Bukannya saya gak suka jobfair, atau males hadir, kan saya lihat perusahaannya dulu, yang dibutuhkan apa, nyari jurusan apa, keahlian yang dicari gimana, kesempatannya gimana, sainggannya siapa, kemampuan saya apa, sederhana kok. SWOT namanya. Strength Weakness Opportunity Thread. Memposisikan diri sebagai produk, gimana jual diri ke perusahaan, dengan klasisfikasi sedemikian rupa <— hasil kuliah 6 tahun di Komunikasi cik.. :p  <—- juga bukti kalau praktek materi kuliahnya gagal, wong saya masih serabutan gini kok. Hahahahahaha… geblek ah.. >_<

Lalu setelah bertegur sapa indi bersama si Pepi, pertanyaan berat dan besar yang terucap oleh saya, adalah, “Pep, gimana cara masuk ke jobfairnya? #jedeerrrr lalu si Pepi memberikan petuah sekaligus tips dan trik nya, sembari menyodorkan member card beliau, akhirnya saya dan Bonus bisa masuk ke jobfair ini. Puji TUHAN!!! >_<

Ketika di dalam gedung, hati saya mulai tertegun, pasrah, lunglai, sakit, tertusuk tusuk, terenyuh, dengan kalimat sederhananya, wat de fuq?! Beda jauh sama waktu di UKSW. Ribuan orang dengan masalah yang sama, muka stress yang sama, bingung yang sama, dan kesulitan senyum yang sama. Hahahaha.. rasanya pengen nge chin up in girls girls nya nih cik.. siannnnn banget. Pada klemprakan sambil isi formulir, antri ngambil formulir, nenteng nenteng map, tas laptop warna seragam, make up luntur, suara high heels nya macam marching band serabutan lupa tempo dan komposisi. Just, fucked up! Hahaha..

Saya hadir di jobfair itu dengan bekal sebuah kesimpulan kecil. Itupun berdasar pemikiran selama seminggu (lamanyooo..) bahwa saya mulai benar benar jatuh cinta ke dunia tulis menulis dan baca membaca selain music dan dan kegiatan konsep kreatif pun performing art communication, toh kesempatannya lebih besar untuk diterima ke perusahaan penerbitan di Jogja itu. Mengingat bahwa tawaran giuran gaji dari perusahaan lain di lantai dua kan harusnya dan mungkin lebih besar, jadi pengunjung yang lain pasti fokus ke perusahaan di lantai dua itu. Minat baca dan tulis juga makin dikit. Padahal kan seru. Lagian ada background tulis menulis dalam jurusan Komunikasi. Pas, cocok, dan pasti asikkk. Apply lah itu saya.. 😀

Saya benar benar menghapalkan letak stan perusahaan penerbitan itu. Masuk, belok kiri, stand ketiga dihadapan kita. Setelah sampai, sungguh.. demi.. demi.. demi moore… antri lagi!! Setan! Saya Cuma berdiri dan ngeliatin mbaknya yang jaga sten, sampai akhirnya dia ngomong : “Mau apply mas? Isi formulir ini dulu” seraya saya jawab: “iya mbak” . Prediksi dan kesimpulan saya ambyar! Luluh lantah oleh ajaran film perang Amerika. Kalian tau kan film perang buatan amrik? Filosofi nembak nembak musuhnya tuh ya, tembak sebanyak apapun, dan berharap ada yang kena. Itu yang saya temui di jobfair ini. Lupakan syarat, kualifikasi, latar pendidikan, gelar, kemampuan personal, soft skill, bulshit. Lamar semuanya, dan berharap ada panggilan setelah itu. Pure, gambling sweetie.  -___-

Saya cuma gak habis pikir sih, kan juga udah ada persyaratan dan apa saja yang dicari oleh perusahan saat membuka lowongan pekerjaan. Bukan asal trabas yang penting kawin. Apa iya sekarang pendidikan gak ngaruh gitu untuk dijadikan latar belakang profesi, semoga sih gak. Kalaupun iya, biasanya kan keinginan personal. Pengen wirausaha atau gimana gitu. Yang saya takutkan sih, kalau ada yang apply pakai ijazah Hogwarts cik! Mampus, positip ketrima tuh! Tinggal goyang tongkat, jadi keh keinginan bos nya. Ya kan? #yakalik Atau mungkin, positif saja, sekarang, memang udah banyak yang suka nulis dan baca. Iya sih.. mungkin itu juga kenapa banyak yang apply di penerbitan itu. Ya moga moga saja CV saya diterima lah.. AMIN!! >_<

Menyoal panitia dan kelangsungan acaranya, emang lebih rame dari Kickfest Indonesia kok bro. sumpah! Saya sih mau kasih usul, ini juga dari omongan si Bonus, siapa tahu, siapa tahu ya, besok kalau bikin jobfair itu, coba dikasih SPG per stand nya.. wihhh.. tiap kita deket ke standnya, langsung SPG nya ngomong: “Silahkan, mau apply? Sini tak bawain dulu tasnya, masnya capek kan? Sini sini duduk sama aku..” lalu setelah kita selesai drop cv juga ngisi formulir SPG nya ngomong lagi: “udah? Cuma apply aja? Gak mau sama akunya?” terus, tiap jomblo disana punya harapan hidup asmara yang lebih baik, jadian sama SPG dan dapet kerjaan. Yeeeeayy!! Happy ending!! -___-

Dan satu lagi, itu coba kalau lain kali bikin Jobfair lagi, saat masuk dan nunjukin tiket masuknya, sekalian di kasih air minum kemasan, lengkap sama kasih dan suruh milih obat sakit kepala yang sesuai kadar badan. Insyaaloh!! Berkah!! Hahahahaha.. ini Cuma saran lho ya, kalau gak diterima, ya cari cewek lain lagi deh. #halah

Oh iya, jangan php-in pengunjung jobfair! Kalau gak ada tempat fotokopi tuh bilang, setan! Letoi bro, Tanya panitia barat, dijawab ada di timur, Tanya panitia timur dijawab ada di gedung barat. naik turun lantai dari gedung barat ke timur balik barat lagi cuma buat fotokopi toeffl. Dan ternyata emang gak ada fotokopiannya..uapik! -___-

Saya tutup dari penggalan twit @dadikempot: “Bagian ndi sing ra mbok ngerteni bab aku nerimo kowe apa anane?”

Sekian dari saya, semoga kabar baik segera menghampiri saya dan kalian semua. Amin!

Mleikum! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s