"Ketawa gih, aku suka ngedengernya"

 

Saya tahu apa yang kamu mau saya untuk tahu, bahkan sangat tahu sekali. Tapi…lagi-lagi terhalang sekat 😉

selamat malam. saya kembali lagi di hari yang sama. dengan cerita sama pula. daripada ini menjadi ganjalan sebelum sidang penelitian. Tank itu gak bisa jalan kalau depannya ada tembok besar cina. apalagi saya. dan satu lagi, saya terlalu stres dengan semua kegilaan hidup kecil ini, maka kali ini, saya berjanji akan menuliskannnya dengan selucu mungkin. saya janji. pasti lucu. bener deh. lucu! 😀

oke, here we go.

susunan kalimat pertama bercetak tebal dan sedikit miring di bagian pembuka tulisan ini adalah twit dari seseorang. saya anggap saja itu ditujukan buat saya. haha. karena sebenarnya GeEr adalah optimisme yang tertunda. sepakat? #tsaahh

Kalau merujuk dari KBBI, sekat adalah: rintangan; alangan; sekatan:
sesuatu spt dinding, kerai, dsb untuk membatasi atau memisahkan ruang (menjadi berpetak-petak): bidang yg memisahkan dua ruangan atau massa jaringan, spt pd buah-buahan, rumah kerang, jantung, hidung.

entah rintangan macam apa itu. saya mah gak ngerti wanita, kalau dari sudut pandang saya yang sependek Sunny SNSD, sekat yang dia maksud tuh ya.. semacam apa ya.. kalian pernah liat foto jaman jaman emo jadi barang bagus gak? yang sering di bluetooth dari 66 ke ngage gitu, gambarnya jadi dominasi hitam putih dengan teks warna putih atau pink dan sejenisnya bertuliskan bermacam kuot love kill lah seperti: “so close yet so far” , “i always love you even live in the hell” “if you’re blood, i’ll be vampire” , “if i’m not kill you, please promise to hug me” atau semacam kuot kuat bernada merdu berupa: “yank, kita harus kencan di mesuji” dan kuot canggih seperti: “kemarin to, aku kan nusuk dadaku pakai pisau dapurnya mama, masa’ iya darah yang keluar ngebentuk nama kamu” (gak usah dibayangin, gambarnya ada dibawah setelah paragraf ini -_- dan gak ada mesuji nya juga..)

Emo_love1

<duh! ini saya agak syok nyari di google dan saat di save, file aslinya berjudul: “Emo Love” *tepok jidat pakai poni*>

nah temboknya kayak gitu tuh. inget kan jaman blutut-an. ini photo nge-hype abis deh bos. sumpah. jadi, arti sekat yang saya tangkap kayak gitu. tapi kayaknya salah deh.. dia mah bukan cewek imo.. yakin saya. manisnya kayak gitu og. manis sejak lahir pula. lagian cewek imo kan odong bro. dia mah pinter luar dalam. sak juooseee! berarti fix nih, madeb manteb gak mungkin sekatnya tembok! lalu saya minta bantuan sodara sodara di jurusan pendidikan olahraga buat ngancurin itu tembok. kan keker keker tuh ye mereka. anak komunikasi mana ada yang punya bodi canggih pitnesan. korban begadang dan sok sosial media doang mentoknya (tapi anak komunikasinya tetep bantu ngasihin palu sama nyiapin air minum lho, bahkan sempet update tuiter seperti: “ini tembok apa jessica iskandar sih, rewel bener” jadi pencitraan kuatnya tetep ada). abis itu, daripada makin kepikiran, yakin nih saya tanya ke dia tentang apa maksud terpendam semiotika bernama “Sekat” itu.

ketika saya tanya maksud sekat ini langsung ke sumbernya, dia jawab gini:

“sekat apa ya.. angkatan mungkin :D”

demi nama semua dewa di athena dan semua personil dewa 19 lengkap dengan mantan mantannya serta dewi dewi plus mahadewa bersama semua jajaran republik cinta management, ternyata jawabannya umur, saudara saudara. umur. umur.. u.. mur.. u..m..u..r… *cling*, seketika saya merasa menjadi syeh puji. seketika saya merasa menjadi pedopilia. seketika saya merasa menjadi pelaku kejahatan penipuan terhadap kimcil SMP berkedok penjual permen dan bolpoin yang ternyata berisi narkoba. -___-

sensitif kali ya kalau udah ngomong umur. tapi saya yakin sekali, semua Aquarian di dunia mah paling ngerti soal status angka. haqul yakin saya mah. seorang Arjuna Cinde Barat berstatus Don Juan Aquarian Seantero Pantura bernama Bram pun berani jatuh cinta dan mengayomi anak SMA 1. kimcil grade A pula. juara mah dia! lintas umur! kalaupun akhirnya putus kan kita harus bercermin ke kuot ciamik semacam :”gak ada yang abadi, kalaupun ada, itu pasti nama toko tekstil”

tapi ada beberapa kenyataan yang harus dipahami disini.. (ya ampun, bahasanya.. kya kya >_<) pertama, saya yakin segala sesuatu, apalagi makhluk hidup juga membutuhkan dan dituntut mengalami proses belajar. dan dia adalah perempuan Aquarian dengan bakat itu. paling tidak itulah salah satu alasan saya sampai detik ini masih menarik nafas panjang disaat nama dia keluar hanya untuk sebagai bahan ejekan menyudutkan saya seperti.. “lah lah Van, kongono og mbok cul ki piye!” menarik nafas panjang dengan senyum kecut lebih dari bau badan paman saya. dia bukan bahan ejekan, dia adalah tulang rusuk yang paling bagus. karena akhirnya saya akui, sedalam ini saya jatuh cinta. #tsaaahh

kedua, saya tidak punya hak untuk sekedar meminta penjelasan tentang semua “sekat” itu. lagipula, saya cukup ngerti tentang istilah tahu diri. sumpah. ^_^ v  <— liat emote nya dong! apapun itu yang berasal dari turunan kata Pillihan adalah murni kedigdayaan manusia. kayaknya ada di kitab “How to be Punk for Dummies” bahasan tentang pilihan itu ada di halaman 13 deh. coba besok dicari di gramed kitabnya.

jadi disaat momen atau kenyataan itu datang membawa kata “sekat” tersebut, coba jawab gini:

“Aku ngerti tentang sekat itu, tapi percayalah, kalaupun aku tidak punya tenaga untuk menghancurkannya, aku masih cukup punya pikiran untuk nyari tangga, manjat, ngelewatin itu sekat, turun ketempatmu, dan nyoba yakinin kamu, kalau yang namanya sekat itu cuma ada di ruangan rumah sakit yang paling murah, pemisah antara pasien berbentuk tirai warna putih”

 

sudah ya.. ngantuk. ini selimut juga dari tadi minta meluk terus. selamat malam. mleikum 🙂 

bonus gan“Mesuji Is For Lovers”

Emo_love1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s