Trotoar Jalan Sepanjang 03:15 Hingga Terbit Warna Hijau

“24 tahun, dan kamu sekecil itu”

 

Postingan ini dituliskan dengan keadaan emosi gantungan tidak stabil dan sedikit warna merah padam karena isi timeline terlalu ekor. sementara pelakunya mengaku seorang berinisial kreatif sadar follower. semoga saja, kasus kali ini mampu menghibur. here we go.. 😀

Bagian 1

Selamat pagi. nama saya Ivan Ruly Wardani. 2 bulan lagi menuju angka 24 tahun. Semester akhir. Aquarian. dan saya tipikal orang yang jarang jatuh cinta. #FYI

saya tidak pernah punya sebuah kisah percintaan romantis semacam film dan ftv. saya adalah pesakitan dalam hal berbau hati dan warna pink macam ini. secara halusnya seperti ini, i am kind of stupid pathetic lonely bastard. atau kasarnya seperti ini, selama 23 tahun, saya tidak pernah merasakan bahagia dalam lingkup “romantic relationship” atau lebih tepatnya “temporary happiness only”. dan hebatnya, saya selalu mengatakan: “Cmon, im fine”

Ada yang bilang, cewek itu suka “kepekaan” dan penyembah sebuah “detail” sebuah kenyataan yang selalu saya terima ikhlas dunia akhirat neraka surga! perlu saya tambahin kata sumpah? kalian tahu “detail” itu apa? detail adalah ini: 3 pertemuan pertama, pertama, dia duduk di bangku urutan 4 sedang sibuk ngurus sesuatu tentang seminar PR. 2, dia memakai plaid shirt hitam putih sedang mengurus sesuatu berhubungan dengan penelitian. 3, dia memakai baju putih, dengan potongan rambut baru dan senyum yang paling bagus dari miss universe di catwalk manapun. 4 detik dengan efek slow motion paling canggih yang pernah diterapkan dalam sebuah tatapan mata. setelah itu, ban motor saya bocor dijalan. #carisendirikorelasinya

Bagian 2

bukankah saya pernah bilang bahwa kemuliaan perempuan bisa dilihat dari bagaimana dia mengajarkan kita sebuah pikiran positif disaat fase pendekatan itu terjadi? ya seperti itu lah kerja pertama sebuah istilah “Blind By Love” versi halusnya, “Tai pun rasa vanila, jendral!” atau “aku yakin kamu sejujur cermin istana negara” entah ada apa dengan pikiran seorang Cupid saat menyiptakan fase fase semacam ini. entah dia memang kurang kerjaan atau memang dia butuh drama yang nyata dan sedikit bodoh. seperti kurang tontonan. gak mungkin kan dia gak ada dana buat pasang Indovision? kalaupun gak ada duit, bukankah dia udah cukup bersenang senang dengan menaruh Syahrini sebagai bahan cacian? lagian untuk apa infotainment diciptakan kalau tidak digunakan sebagai bahan makian?

kembali lagi, saya juga yakin dunia akhirat bahwa perempuan bukan makhluk yang diciptakan untuk berperilaku non ibu peri. mereka juga bingung bagaimana menolak sebuah ajakan atau katakanlah perhatian. semulia itu lho.. mereka juga memikirkan 2 luka kedepan. pengetahuan mereka soal rasa sakit, menyakiti dan ancaman disakiti lebih hebat dari yang laki laki bayangkan. mungkin hanya laki laki yang peka luka saja yang akan mengerti. #tsaaahhhh

positif itu menyenangkan kok. tak ada pikiran beban. seringan ctrl A del atau ctrl T, new tab! nah ini adalah saat kali pertama istilah “Fool By Love” bekerja. gak usah ngomongin logika. jatuhnya sok pinter nantinya. cuma katanya, ketika anda memilih memberi efek negatif dalam melihat sesuatu, itu adalah tanda tanda anda punya nilai kritis. tapi ingat ini juga, “Kritis gak mungkin ada kalau anda sedang jatuh sejatuh jatuhnya cinta”

Bagian 3

saya sering kali menerima dan mendengar hingga ada dalam taraf muak tentang kalimat ini: “Cewek itu, gak pernah mau kehilangan fans nya. itu guilty pleasure van” oke, kita paparkan seperti ini, kembali menilik arti kata “fans” dalam kamus saya yang ditabrakkan dengan kasus SNSD. fans adalah mereka yang mendedikasikan dirinya untuk si idola. mengikutinya. merasakan apa yang sedang dirasakan idola nya. menaruh perhatiannya ke sang idola dengan porsi kurang bijaksana. mumujanya. “Guilty Pleasure”, artikan saja seperti seorang model mengkonsumsi cake cokelat lezat tak tertolak disaat berat badannya diambang besar dan tetap memakannya sambil menimbang badan karena lama nganggur gak dapet job foto.

lalu apa istilah “gak pernah mau kehilangan fans nya” tersebut salah? saya takut ngejawabnya. gini saja, dengan memakai bahasa yang lebih sempurna akan saya coba tanggapi seperi ini >> “kalau memang menjadi fansmu itu bisa membuatmu lebih tenang, tidak usah takut. coba liat tulisan di kaosku ini: Your Number 1 Fans, Trough Happiness, Sadness and Emptiness”

Kesimpulan

“Fool By Love Part 2 and Still Survive”

 

saya pengen bubur ayam dan teh panas. selamat pagi. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s