"Memburu biru, biru Lebam"

“Cuma ada 2 alasan kenapa seseorang itu bertahan, pertama, karena dia bodoh. kedua, karena posisi dia memang pemain belakang” #ngek

 

8 tahun lalu, saya bersikeras memburu sebuah rilisan terbaru bernama “Indestructable” sebuah album milik yang terhormat Rancid. jaman dimana dulu belum mengenal format MP3, jaman dimana dulu pita kaset masih dianggap suci dan belum ada RBT saat itu. mediafire pun saya tak kenal. Temanggung cuma punya satu toko kaset, seingat saya namanya Kembar Jaya (iya memang gak ada msuik musiknya tuh nama toko -,- ). barangnya pun tak lengkap. jauh dari harapan akan menemukan rilisan punk. Savage Garden ada, Rancid tak ada. sampai pada akhirnya saya memutuskan ke kota sebelah, Magelang. menuju tempat bernama Gardena. jackpot! mata saya sumringah sekali melihat cover merah treshold bergambar kepala Lars Frederiksen dari belakang!

“Indestructable” ditangan. entah kenapa, tiap kali mendengarkan lagu dari album tersebut, mau pertama kali atau sampai detik ini disaat pita itu telah diganti dengan data, saya masih deg deg an. lirik mereka logis sekali. menusuk. namun tidak asal asalan, itu mungkin yang disalahartikan oleh semua band yang menaruh kata “PUNK” di kolom genre mereka. memilih Punk bukan berarti bisa menulis lirik sembarangan. justru disitu pesan disampaikan. bagi saya, didalam Punk, energi musiknya adalah bentukan lirik. tidak perlu cepat cepat. melodius juga punya tenaga kan? 😀

lalu apa korelasinya antara 2 paragraf diatas dengan judul postingan ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s