kalau saja antusiame itu bisa dicari semudah kencing di pekarangan rumah

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

“Karena mengisi perut dengan lancar juga butuh diawali dengan buang air besar yang maksimal. Maka, saya akan menuliskan “air besar ” itu dulu”

Tertanggal dua pluluh lima oktober dua ribu sebelas. Masih ada di semester sebelas dengan status: mahasiswa  (tidak perlu saya tambahi tingkat akhir kan?) menuju tengah semester dengan keadaan hanya sampai tujuan dengan revisi sebanyak mengganti variable. Dan yang namanya waktu itu tidak pernah tahu diri, apalagi kompromi. Satu semester itu secepat cahaya, jendral.

Dua puluh tiga tahun dan berada di tengah tengah kecarut marutan komunikasi keluarga karena keadaan ekonomi buatan pihak besar. Mencoba berpikir tidak terjadi apa apa. Siapa yang ingin dikasihani bukan? Tapi jujur, ini menyebalkan. Tuhan tidak tidur, tapi semoga Dia tidak mudah ngantuk.

Masih menjadi pihak yang mencari solusi terbaik. Siapa yang akan mencari penyelesaian untuk diri sendiri selain diri saya sendiri? Tapi siapa yang tidak butuh bantuan? Bahkan orang gila juga butuh tempat sampah kan?

Seorang kawan mengatakan ini: “kalimat yang paling dibenci dalam penjara adalah: semua ada hikmahnya” jadi bayangkan kalau hidup anda adalah penjara anda, dan ada yang mengatakan kalimat itu. Apa yang terjadi? Mencari antusiasme itu tidak segampang kencing di depan rumah sendiri.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s