"Van, banyak jalan menuju Korea Selatan "

Sebagai seseorang yang mengaku lebih mencintai musik dan wanita cantik daripada pemerintahan Negara ini, maka dengan bangga saya akan menuliskan tentang “Korean Pop Wave In My Own Version” ini. Iya, K-POP! #jederr

Saya bukan tipe orang yang mempunyai jiwa seorang die hard fans sebuah band atau musik tertentu. Seperti sudah saya bilang, saya seorang explorer playlist. Tidak punya patokan. Karena menurut saya, itu akan memberi gizi yang cukup banyak bagi telinga saya. Seperti saat tulisan tentang Korean wave ini dibuat, saya sedang mendengarkan box set Metal Museum dan dengan cukup nyali memutar semua band yang berada dibawah garis Brutal Death Metal dan Pagan Metal sepeti Liturgy, Necrophagist, Gorgasm, User Ne, Radigost, hingga Amputated Genitals. Iya, memang agak aneh. Namun melalui tulisan ini, semua akan diluruskan, karena saya sekarang mempunyai grup vocal pujaan yang benar benar pujaan. πŸ˜€

Oke, ini dimulai di pertengahan Februari 2011, sebuah desktop wallpaper dan pertanyaan kepada teman saya semacam: “Jik, yang pakai hotpant ijo siapa?” lalu kemudian dilanjut dengan pertanyaan: “Kalau yang kuning namanya siapa?” entah kenapa tiba tiba kalimat yang terlontar lewat mulut saya malah seperti: “dengkulnya putih putih ya..”  (–__–). Masih teringat jelas si pemakai hotpant ijo itu adalah Seo Ju Hyun a.k.a SeoHyun the maknae, the youngest member from So Nyuh Si Dae, Girls Generation, SNSD. Iya, SNSD! ( πŸ˜€ ) itulah hari dimana saya mengenal 9 wanita paling.. paling.. paling.. ehm.. paling.. kkyyyaaaaaa!!! (can’t find the perfect word -_- ) SNSD. 9 wanita korea berumur awal 20an yang merubah cara pandang saya terhadap kata kata seperti, Imut, Sembilan, Generations, Putih, Dance, Dengkul, Poni, Pirang, bahkan kata Girls sendiri (artikan kata Girls ini sebagai perempuan pujaan sekaligus idaman

Kita permudah saja, saya mengambil kesimpulan seperti ini, seseorang yang sudah mencintai SNSD sampai taraf akut dibagi menjadi beberapa level, dimana itu berkesinambungan. Awalnya dari Level Birahi sampai puncaknya ke Level Obsesi. Oke, Level level tersebut akan saya coba jabarkan sebagai berikut (iya, ini memang menyebalkan):

1. Level Birahi, ini adalah fase awal dimana 9 wanita Korea tersebut dipaksa untuk memenuhi fantasi beberapa manusia tidak bertanggung jawab yang kehabisan stok dari RedTube. Tapi siapa yang tidak setuju kalau Girls Generations ini mempunyai kaki yang bagus sekali dan kurang “santai” dari segi warna dan penampakan di depan kamera? Percayalah, kata seksi dan panas bisa ditemukan dari warna cerah, tendangan kaki, dan mata yang seakan menghilang saat tersenyum. Dari segi koleksi, di level ini mungkin hanya sebatas video klip versi dance, dan photo yang diseleksi secara ketat dengan pengukuran seperti batas yang membedakan antara, apakah itu celana dalam ataukah celana pendek. πŸ˜€

2 Level Kecanduan, ini adalah level dimana taraf nafsu nya sudah berkurang besar. Dimana, koleksi SNSD stuff nya akan mulai bervariasi. Mulai memasang Daum Screensaver High yang dipasang tiap 2 menit, menikmati tiap Variety Show dan talkshow nya, menghabiskan kapasitas hardisk dengan video yang berkualitas HD, hingga menuliskan tweet seperti: “Lagu Day by Day ini sangat nge-jazz ya ^^ ” <– (perhatikan emoticon akhirnya) Lalu mulai muncul kalimat: “Gak tahu ya kenapa, kok jadi senyum senyum sendiri kalau liat mereka, jadi mood booster gitu”. Atau kalimat seperti: “kalian tahu kalau ada orang yang katanya badannya sakit semua kalau gak minum Extra Joss campur Paramex? Nah ini sama, saya gak bisa kalau sehari saja gak ngelihat senyum Tiffany Hwang”. Aktifitas sebelum tidurnya pun akan bergeser menjadi menyimak video talkshow mereka lalu mencoba mengucapkan kata-kata dengan bahasa Korea. Dan seketika, kata “Saranghae” menjadi begitu sacral bagi manusia di level ini.

3. Level Sayang. (ini akan menjadi sedikit serius) Saya lebih suka memakai kata sayang daripada cinta. Karena sepertinya, kalau anda mengatakan sayang, pasti anda juga cinta. Kalau cinta, entah kenapa saya belum ngerasa ada sayang disitu. Jadi, level ini bisa dibilang level semi akut. Kenapa begitu? Di level ini koleksi SNSD nya akan mulai membengkak menjadi antara 30 giga keatas. Hampir mengimbangi koleksi lagu dan film. Dari segi psikologis, manusia di level ini akan menjadi sangat protektif dan posesif terhadap SNSD (memang berlebihan, tapi ini kenyataan, sumpah!)

Di level ini mulai muncul kalimat seperti: “Kenapa sih Yoona harus pakai rok sependek itu? Dia tetep cantik kok sekalipun cuma pakai jeans” perasaan tersebut hanya akan menemui kalimat seperti: “Suruh ikut Mamah Dedeh aja kalau gak mau liat dia pakai rok mini” Lalu manusia di level ini tiba tiba menjadi pribadi yang sangat pencemburu disaat Im Yoona harus berciuman dengan lawan mainnya di You Are My Destiny. Seketika menjadi pribadi yang sangat perhatian disaat Sunny harus meninggalkan panggung karena kelelahan saat melakukan konser di Jepang.

Menjadi sangat heboh sampai menyalahkan pihak SM Entertainment yang memberikan jadwal berlebihan kepada SNSD. Menjadi pribadi perasa yang merasa sok ngerti perasaan Kim Taeyeon ketika menangis karena tidak bisa mencapai nada tinggi di sebuah sesi rekaman. menjadi sangat marah karena tv di Jepang lebih suka mengambil gambar bagian bawah mereka saat perform. Menjadi pribadi yang sangat peduli ketika Kwon Yuri terlihat sangat kurus menjelang SNSD 1st Japan Full Album. Hingga mengirimkan ucapan semoga cepat sembuh di thread khusus Choi Sooyoung lewat Soshified ketika dia mengalami kecelakaan lalu lintas dan harus rawat inap, lalu menuliskan tweet seperti: “dik Sooyoung kenapa? 😦 “ <– (kembali perhatikan emoticon nya).

jika anda di level ini, berarti anda juga sudah hafal beberapa gerakan dance dan lirik di lagu Gee dan Run Devil Run (iya, ini memang menakutkan). Dan satu lagi, serta yang paling sakral apabila seseorang telah memasuki level ini adalah.., orang tersebut telah resmi menjadi seorang, SONE, selamanya terjebak, dan tak bisa keluar.   

4. Level Obsesi..

Sebentar.. kalau boleh jujur, bagian level ini adalah yang paling sulit saya tuliskan. Saya ingin menuliskannya menggunakan kambing hitam lain yang dari tadi saya tulis sebagai “manusia di level ini..” tapi entah kenapa, hal itu mengalami kebuntuan selama 3 hari lebih. Jadi mulai sekarang biarkan kata “manusia di level ini..” diganti saja menjadi, “saya” ! hahaha! Lagipula, level ini adalah tahap yang sedang saya alami sekarang dan tanpa sedikitpun takut akan saya akui. Ada beberapa hal yang saya anggap masuk dalam ranah obsesi SNSD ini. Kalaupun tidak, hal hal tersebut sudah saya anggap cukup gila untuk dilakukan lelaki berumur 23 tahun yang belum lulus kuliah dan belum menemukan kisah cinta terbaiknya. πŸ˜€

Obsesi Pertama.

Sejak pertengahan februari tahun ini, dan dilihat melalui properties folder SNSD saya ß (perhatikan emoticon nya lagi), semuanya berjumlah 56.5 GB. Terdiri dari video iklan mereka, photo (resmi atau fantaken), video clip (resmi atau fanmade), video live performance (baik fancam maupun resmi), lagu lagu nya (diskografi lengkap) Screensaver, Widget dan Variety Show lengkap (didalamnya juga ada talkshow). Ditotal semua ada 10.121 files yang tersusun rapi dalam 507 Folders. Sepuluh ribu f
ile! Demi nama almarhum Syd Barret, koleksi mp3 saya saja hanya mencapai 47 GB. Sebenarnya, tidak hanya itu saja yang membuat saya yakin bahwa saya sedang terobsesi. Toh kalau melihat fans SNSD lain, angka tersebut masih tergolong kecil. Namun bagi tipikal orang seperti saya, angka tersebut sudah termasuk sangat lebih sekali!

Obsesi Kedua.

Beberapa waktu yang lalu sempat tercetus ide untuk membuat flashmob di Tugu Muda Semarang. Membagi job dance ke 9 orang laki laki gagah yang mencintai SNSD. Saya sempat menghafalkan part Gee nya Kim Taeyeon dari awal hingga akhir. Dan itu ternyata tidak mudah. Entah ini jadi terealisasikan atau tidak. Kalaupun iya, ini pasti menjadi hebat. 9 laki laki menarikan Gee di Tugu Muda? Hahahaha.. Budaya flashmob ini sudah sering dilakukan para SONE diseluruh Indonesia. Kalau tidak percaya, buka kaskus atau googling saja. paling tidak ini membuktikan bahwa yang gila bukan saya saja. seperti kata pepatah, diatas gila masih ada yang lebih gila bukan?

Obsesi Ketiga.

Ada sebuah obrolan dengan garis besar pernyataan seperti ini: “Kita harus kenalan dan ketemu sama SNSD. Langsung! Pasti ada cara! Pasti!”. Saya merasa itu adalah obrolan yang sangat menyenangkan. Hahahaha.. banyak cara dilontarkan, mulai dari jadi imigran gelap ke Korea, menjadi gelandangan dan bekerja menjadi cleaning service atau satpam SM Entertainment, mendaftar menjadi TKI, sampai.. kalian ingat ada seoang anak korban tsunami di aceh yang memakai seragam timnas Portugal milik Christian Ronaldo yang terombang ambing di laut selama seminggu, ditemukan dan akhirnya bisa ketemu langsung dengan si Ronaldo? Kami sempat memikirkan untuk melakukan hal itu dengan sedikit modifikasi. Pergi ke daerah rawan bencana, pura pura menjadi korban dan memakai kaos bergambar SNSD. Diusahakan terdampar selama seminggu. Dan diusahakan juga untuk tetap diselamatkan. Kami yakin dengan cara itu, maka insyaaloh akan menarik perhatian media, dibawa ke Oprah Winfrey Show, MBC Come To Play langsung, atau minimal acara yang dipandu Farah Quinn itu. Mulai dibicarakan di YouTube, Soshified, Sonems dan Kaskus dengan deskripsi seperti: “SONE terdampar di laut selama 7 hari” atau ”Support This SONE to Meet SNSD”. Jenius bukan? Hahaha!! πŸ˜€ sebesar itulah keinginan saya untuk bertemu mereka..

Obsesi Keempat.

Dulu, pertama kenal dengan girlband ini, mata saya langsung tertuju kepada Seohyun. Bisa dikatakan dia adalah idola pertama saya. Kemudian secara labil mulai berganti ke Tiffany Hwang karena Seohyun terlihat terlalu kaku. Lagipula, siapa yang tidak terjatuh oleh senyum mata seorang Tiffany Hwang? Dia mengembalikan kata “imut” ke fitrahnya. Mengalihkan definisi cantik saya secara tidak bertanggung jawab. Membuat saya tertegun tiap kali melihat perempuan bermata sedikit sipit dan sempat membuat saya yakin bahwa senyumannya diciptakan untuk menaikkan mood saya. Hahahaha! Namun seiring semua variety show dan talkshow yang saya tonton, mendengarkan lagu lagu mereka selama kurang lebih delapan bulan, hati saya tertambat kepada sosok paling senior di SNSD, lahir pada 9 Maret 1989, leader mereka (dia masih leader  SNSD bagi saya),  satu dari 5 main vocal, terbaik dari 4 main vocal lainnya, seorang Pisces yang membuat saya merinding tiap mendengar dia bernyanyi dan satu satu nya perempuan yang bisa membuat saya jatuh cinta dengan suara sebuah tawa, Kim Taeyeon. πŸ˜€

Tiba tiba karena Taeyeon, saya ingin sekali kursus bahasa Korea. Hanya dengan alasan jaga jaga, siapa tahu, saat saya sedang beli pro mild di alfamart, saya ketemu dia lagi beli kacang atom, dan hanya untuk sekedar mengajak bicara. πŸ˜€ . Karena Taeyeon juga, saya tiba tiba jadi punya sebuah tempat impian untuk disinggahi, Seoul, Korea Selatan (FYI: Im not travelling geek) Karena Taeyeon juga saya menambah daftar konser yang wajib saya tonton sebelum saya meninggal dunia, selain menonton Metallica dan Gaslight Anthem saya juga harus menonton SNSD di garis terdepan, memakai custom tees bertuliskan “Marry Me Kim Taeyeon”, dan menyiapkan handuk, karena saya yakin sekali bahwa saya akan menangis. Benar benar menangis.

Karena Taeyeon juga saya akan mulai menyisihkan uang untuk ditabung demi konser SNSD entah dibelahan dunia manapun. Karena Taeyeon juga saya akhirnya berpikir untuk membuat passport, dengan alasan siapa tahu saya dapat undangan resmi di fan meeting SNSD seluruh dunia dengan gelar, “Sone paling setia terhadap Kim Taeyeon”. Tiba tiba karena Taeyeon juga lalu muncul tweet seperti ini: “RT @IvanRuly: miss u too sweetie :* RT @KimTaeyeonLuphIvan @IvanRuly: enjoy your day sweetheart, see you soon in Seoul. Miss you:* “ Tiba tiba karena Teyeon juga, Arumi Bachsin yang ber-kemben dan lari lari di pantai terlihat biasa saja. Karena Teyeon juga saya berjanji akan merajahkan “So Nyuh Shi Dae” di tubuh saya. Memberikan tempat terbaik untuk tato saya itu, atau mungkin memberi warna pink pada tulisan itu. Siapa tahu. Karena bagi saya, neraka pun akan saya pasangin AC demi seorang Kim Taeyeon. Hahahahaha!

Sudah 2000 an kata yang terketik dan hampir memasuki lembar ke 5, jadi, Sepertinya tulisan ini harus segera diakhiri.

Maka dengan cukup bangga dan nyali besar, saya akui. Iya, saya sedang ada dalam taraf obsesi dengan SNSD ini. Hahahaha.. tapi satu hal yang perlu digaris bawahi lewat tulisan ini adalah, penegasan bahwa saya die hard fans SNSD, bukan K-Pop. Sebegitu die dan hard nya hingga tiap ada girlband baru di Indonesia yang secara kecil atau besar meniru dan mengambil beberapa image SNSD, saya sampai mengumpat sendiri. Kenapa mereka (girlband itu) bekerja terlalu keras untuk menjadi mirip SNSD? Itu membuyarkan gambaran SNSD saya!

Bagi saya, makanan enak adalah mood booster. Namun ketika uang kiriman dan gaji yang masih pas pas an tidak bisa menjangkaunya, saya cukup menyalakan laptop, membuka folder SNSD saya, lalu memutar SNSD Soshi Win Win, Hello Baby dan Happy Together. Menonton dengan khidmat, hingga tawa itu keluar dengan sendirinya. Semua perihal SNSD ini semacam.. candu yang tidak menyakitkan. Lepas sehebat apa SM Entertaintment mengatur image mereka, fake atau tidak, mereka adalah penemuan terbaik bagi mata, mood saya, dan orang lain yang mengaku seorang SONE πŸ˜€

FYI: Disela penyelesaian tulisan ini pun saya masih sempat untuk menekan tombol Fn + Print Screen ketika mematikan musik dan tiap ada jeda lebih saat saya bingung akan menulis apa lagi. Iya, meng-capture Daum Screensaver yang saya pasang. Menunggu hingga bagian Kim Taeyeon dengan es krim nya bergerak. Lalu menaruh semua hasil capture itu dalam folder sendiri hingga ada waktu yang tepat untuk memasang setiap image itu sebagai destop wallpaper.  Sekeras itu saya menggilainya. πŸ˜€

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 comments

  1. Anonymous · October 11, 2011

    saya ralat. sekarang, folder SNSD saya sudah mencapai 96 Giga. nuf said.

  2. Pingback: Drama Dari Konser SNSD di Jakarta. | betweenmythirdear

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s